Berita

Menlu Retno di GCTF Forum/Kemenlu

Dunia

Peran Perempuan Dibutuhkan Dalam Melawan Terorisme

KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018 | 16:27 WIB | LAPORAN:

Peran perempuan sebagai agen perdamaian turut dibahas dalam pertemuan Ninth Ministerial Plenary of The Global Counter-Terrorism Forum (GCTF) di New York, Rabu waktu setempat (26/9).

Untuk melawan aksi terorisme, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa peran pemberdayaan dan pengembangan perempuan menjadi salah satu strategi perjuangan global.

"Terjadinya tren baru dalam terorisme yang melibatkan keluarga seperti kejadian yang dialami Indonesia di Surabaya semakin membutuhkan peran perempuan dalam perjuangan melawan terorisme," jelasnya.


Peran perempuan tersebut, kata Retno, adalah dengan menanamkan nilai-nilai dalam keluarga. Sehingga peranan perempuan di tengah keluarga dapat lebih signifikan.

Salah satu nilai yang ditanamkan yakni inisiatif peace Village sebagai soft approach. Selain untuk melawan terorisme juga memberdayakan perempuan di sektor ekonomi.

Selain itu, nilai positif dan kesejahteraan akan membentengi pandangan ekstrimisme dan nilai-nilai intoleran.

"Inisiatif ini menargetkan untuk menyebarkan nilai-nilai damai dan toleransi dengan pemberdayaan wanita di komunitas lokal, khususnya di sektor ekonomi," ujar Retno.

Sebelumnya, Retno menyambut baik kerja sama antara GCTF dengan PBB untuk mengatasi evolusi dan tren baru terorisme.

"Indonesia menyambut baik usulan empat dokumen yang disampaikan oleh pertemuan ini yang dapat menjadi guidelines dan best practices untuk melawan terorisme," tuturnya

"Tahap selanjutnya bagaimana kita dapat mengimplementasi rekomendasi ini dalam kerangka nasional dan regional," tambah Retno dalam keterangannya, Kamis (27/9).

Adapun, empat rekomendasi yang didorong dalam pertemuan ini adalah isu homegrown terrorism, the challenge of returning families of FTFs, the collection, use and sharing of evidence for purposes of criminal prosecution of terrorist suspects, dan the nexus between transnational organized crime and terrorism.

Untuk diketahui, Indonesia merupakan satu dari 30 negara anggota GCTF yang ditujukan sebagai forum kerja sama global mengatasi ancaman terorisme. Forum yang dibentuk tahun 2011 itu terdiri dari berbagai kelompok kerja yang mengeluarkan rekomendasi kebijakan dan kegiatan dalam melawan terorisme. [wah]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya