Berita

Said Iqbal/Net

Politik

Presiden KSPI: Pembungkaman Terhadap Rizal Ramli Ancaman Demokrasi

KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018 | 05:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kaum buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengecam keras elit partai politik yang mengkriminalisasi ekonom senior DR. Rizal Ramli karena mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat.

Demikian disampaikan Presiden KSPI, Said Iqbal dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis (27/9).

Dia menegaskan, bahwa pihaknya akan mengkampanyekan jangan memilih partai politik yang pemimpin anti kritik.


"Kritik Rizal Ramli tentang masalah impor yang berlebihan dan melemahnya rupiah terhadap dolar AS adalah kritik yang membangun untuk kebaikan negara dan rayat Indonesia," ujar Said Iqbal.

"Oleh karena itu, seharusnya partai politik memberikan dukungan kepada Rizal Ramli. Bukan justru melayangkan somasi," lanjut dia.

Kebijakan impor, seperti impor garam, beras, dan impor lainnya yang sudah berlebihan merugikan rakyat Indonesia karena memukul daya beli masyarakat, khususnya petani garam dan padi.

Said Iqbal menilai, kritik itu tidak ditujukan kepada partai politik atau elit politik tertentu. Kalau pun ada disebut partai politik tertentu, karena memang menteri yang dikritik Rizal Ramli berasal dari partai politik tersebut.

"Wajar kalau partai politik dan pimpinan partai politik tetsebut ikut bertangggungjawab terhadap kadernya yang kebijakannya merugikan rakyat Indonesia," ujarnya.

Oleh karena itu, KSPI berdiri bersama Rizal Ramli untuk berjuang menegakkan keadilan dan kesejahteraan rakyat dan buruh Indonesia.

"Bilamana kriminalisasi dan somasi hukum dari Partai Nasdem tetap dilanjutkan terhadap Rizal Ramli, maka KSPI bersama buruh seluruh Indoensia akan mengoganisir perlawanan dan demonstrasi besar-besaran di 30 provinsi 300 kabupaten/kota untuk membela Rizal Ramli yang telah berjuang degan ikhlas bagi kepentingan rakyat dan kaum buruh," tegas Said Iqbal.

Apalagi, lanjut Said Iqbal, pembungkaman terhadap kritik adalah ancaman demokrasi.

"Stop kriminalisasi terhadap Rizal Ramli. Jangan pilih partai pokitik yang anti kritik," pungkasnya. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya