Berita

Roem Kono/Net

Politik

Jangan Cuma Guru, Penyuluh Juga Perlu Diangkat Jadi PNS

KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018 | 00:48 WIB | LAPORAN:

. Pemerintah diharapkan tidak hanya mengangkat guru honorer menjadi PNS dalam rekrutmen tahun ini. Para penyuluh juga perlu. Sebab, mereka juga sudah sangat berjasa, baik dalam meningkatkan produksi pertanian dan perikanan, maupun menjaga kesehatan masyarakat.

"Saya berharap, dalam kebijakan pemerintah pengangkatan PNS, yang diprioritaskan bukan cuma guru. Penyuluh di lapangan juga. Mereka ini sama dengan guru, pahlawan kita. Dengan gaji kecil tapi punya tugas berat dalam menjembatani pemerintah dengan masyarakat," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR, Roem Kono di Jakarta, Rabu (26/9).

Penyuluh ada berbagai macam. Ada penyuluh pertanian, penyuluh perikanan, penyuluh kesehatan, dan lainnya. Dari data honorer K2 yang dipegang Roem Kono, total penyuluh itu sekitar 700 ribuan orang. Mereka tidak bisa diangkat menjadi CPNS lantaran usianya sudah melewati 35 tahun.


Atas hal itu, dia meminta pemerintah membuat terobosan. Dia pun menyambut baik langkah pemerintah menyelesaikan polemik tenaga honorer dengan membuat Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang status dan gajinya disamakan PNS. Baginya, terobosan ini merupakan sebuah langkah yang bagus.

"Kami minta para penyuluh tetap ikuti aturan. Tapi, yang jelas, seperti (tenaga honorer) di atas 35 tahun harus bisa diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan honorer tetap sesuai UMR. Jangan lagi nasib mereka dibiarkan menggantung. Nasib mereka terjamin," jelas politisi senior Partai Golkar itu.

Sebagai anggota Komisi IV, pihaknya konsentrasi pada penyuluh pertanian dan perikanan. Sejauh ini, banyak dari mareka berusia di atas 35 tahun. Dia pun memberikan apresiasi ke Kementerian Pertanian (Kementan) yang telah mengupayakan agar semua penyuluh pertanian bisa diangkat menjadi P3K.

"Saya usul agar mereka juga disiapkan sarana prasarana seperti motor. Sebab, tugas yang mereka hadapi sangat berat sementara mereka ini adalah mata dan telinga petani dan nelayan kita," ujar Roem Kono. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya