Berita

Suhardi Alius/Humas BNPT

Pertahanan

Kepala BNPT Diprotes Seorang Profesor Soal Makna Radikal

RABU, 26 SEPTEMBER 2018 | 11:36 WIB | LAPORAN:

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Suhardi Ali memacu motivasi mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Tahun 2018 saat memberikan kuliah umum di Gedung Graha Sabha UGM, Yogyakarta, Selasa (25/9).

"Dalam kondisi masyarakat yang mulai terkikir rasa persaudaraan dan persatuan, rasa cinta air harus terus diberikan kepada generasi muda. Ini penting agar mereka tidak terpengaruh infiltrasi paham-paham yang menggerus ke-Indonesia anak bangsa," ujar Komjen Suhardi Alius.

Mantan Sestama Lemhanas ini juga mengharapkan pemuda sebagai generasi masa depan bangsa bisa menjadi seorang yang profesional hebat, mempunyai wawasan kebangsaan yang mumpuni serta dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.


Baginya generasi muda harus dibekali dengan knowledge dan skill yang handal. Lebih penting lagi, anak muda juga harus memiliki nilai moral dan etika.

"Ibarat matahari, kami adalah matahari yang akan terbenam, sedangkan kalian adalah fajar yang akan menyingsing," tuturnya.
 
Pada kesempatan itu, Komjen Suhardi kembali menegaskan betapa bahayanya ancaman paham radikal.

Tetapi ia juga menggarisbawai pengertian radikal tersebut. Suhardi mengaku pernah diprotes seorang profesor tentang penyebutan kata radikal yang tidak selamanya berarti negatif.

Menurutnya, radikal juga dapat bermakna positif. Karena itu BNPT membagi makna radikal yang negatif menjadi empat yaitu anti-Pancasila, intoleransi, anti-NKRI dan paham takfiri (suka mengkafir-kafirkan sesama muslim yang bukan kelompoknya).

Paham radikal yang negatif, lanjut dia, melihat dan memanfaatkan berbagai peluang untuk menyebarkan propagandanya terutama melalui media sosial. Untuk membendung pemikiran radikal terorisme itu,

Kepala BNPT mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat terlibat secara nyata, terutama para mahasiswa yang nantinya akan menjadi calon-calon pemimpin masa depan.

"Fastabikul Khairaot, marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Mari kita bersama-sama rapatkan barisan, mari kita bersama-sama membangun bangsa, agar tidak ada lagi tempat bagi radikalisme," serunya.[wid]
 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Penempatan Manajer Kopdes Harus Dilakukan Agar Tidak Terjadi Pemborosan APBN

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:24

Industri Alas Kaki Serap 3,8 Juta Pekerja

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:18

SHOW Token Siap Listing di Indodax, Bidik Perluasan Pasar Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:14

Indonesia Gandeng Panama Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:11

Nikita Bier Mundur dari Jabatan Kepala Produk X

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:02

BNBR Jadi Sorotan, Ratusan Juta Saham Diperdagangkan Pagi Ini

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:49

Zulhas Bongkar Fenomena Kepala Daerah Disponsori "Toke"

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:28

Antusiasme Membludak, 128 Ribu Orang Berebut Tiket Upacara HUT Ke-81 RI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:16

Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, DPR Soroti Ketergantungan pada Konsumsi

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:13

Kemenag Rilis 40 Buku Digital PAI, Terintegrasi dengan Teknologi AI

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:06

Selengkapnya