Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kekerasan Meningkat, Kelompok Bantuan Stop Tangani Ebola Di Kongo

SELASA, 25 SEPTEMBER 2018 | 09:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok-kelompok bantuan terpaksa menghentikan kegiatan pencegahan Ebola di Republik Demokratik Kongo karena kekerasan yang meningkat di daerah itu.

Kekerasan baru-baru ini yang terjadi di negara itu telah merenggut paling tidak 21 nyawa.

Pertumpahan darah terjadi pada akhir pekan kemarin di Beni, sebuah kota titik api di wilayah Kivu Utara. Militer Kongo telah menyalahkan Angkatan Bersenjata Sekutu (ADF), milisi pemberontak yang terkenal kejam atas kekerasan itu.


Sementara itu Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) mengatakan bahwa kekerasan itu menyebabkan NRC dan lembaga bantuan lainnya, telah dipaksa untuk sementara menangguhkan kegiatan di Beni.

"Ini menunjukkan situasi keamanan yang semakin mengkhawatirkan di seluruh negeri," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan awal pekan ini.

"Suspensi ini telah mengganggu bantuan untuk ribuan orang yang membutuhkan bantuan dan perlindungan kemanusiaan," tambah pernyataan NRC seperti dimuat Al Jazeera. [mel]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya