Berita

Ahmad Zainuddin/Net

Tidak Hanya Aktif, Indonesia Harus Jadi Inisiator Ketertiban Dunia

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 | 23:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan Indonesia untuk terlibat dalam upaya ketertiban dunia. Sebab situasi dunia hari ini, dipenuhi dengan konflik di berbagai kawasan.

Hal itu disampaikan Anggota Fraksi PKS MPR RI, Ahmad Zainuddin dalam Sosialisasai Empat Pilar MPR di Rumah Makan Sederhana, Rawamangun, Jakarta Timur. Sosialisasi Empat Pilar merupakan program MPR RI untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pilar Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Dimana peran kita, Indonesia hari ini terhadap masalah-masalah dunia, termasuk dunia Islam. Konflik dimana-mana. Dunia sedang tidak tertib dan damai," ujar Zainuddin.


Menurutnya, Indonesia seharusnya tidak cukup hanya sebagai partisipan dalam berbagai forum internasional. Tapi Indonesia harus proaktif dalam mempelopori upaya perdamaian di dunia. Dia mencontohkan, kurangnya peran Indonesia dalam tragedi kemanusiaan di Rohingya, yang notabene tragedi tersebut terjadi di wilayah ASEAN.

"Tragedi itu masih terjadi sekarang. Dulu, Presiden Soekarno tidak hanya aktif di forum internasional, tapi juga membawa Indonesia sebagai inisiator ketertiban dunia melalui Konferensi Asia Afrika dan Gerakan non-blok. Ini amanat pembukaan UUD," imbuhnya.

Menurutnya, peran Indonesia sebagai inisiator ketertiban dunia saat ini tidak tampak. Pemimpin Indonesia di masa akan datang, lanjut dia, harus memiliki dan melakukan terobosan untuk membawa Indonesia sebagai aktor diperthitungkan dalam ketertiban dunia.

"Tidak cukup sebagai peserta konferensi. Sebagai bangsa besar, Indonesia seharusnya menjadi aktor penting diperhitungkan di dunia. Menjadi leader dunia Islam sebagai kekuatan kelima selain Amerika, China, Rusia dan Eropa," demikian Zainuddin dalam keterangannya. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya