Berita

foto/Repro

Nusantara

PKPU HI Bangun Dua Unit Sekolah Untuk Anak Rohingya

SENIN, 24 SEPTEMBER 2018 | 21:25 WIB | LAPORAN:

Lembaga Kemanusian Nasional Pos Keadilan Peduli Umat Human Initiative (PKPU HI) merealisasikan rencana pembangunan dua unit sekolah untuk anak-anak Rohingya di Myanmar.

"PKPU Human Initiative sebagai anggota Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) berupaya menyelamatkan masa depan anak-anak di sana dengan membangun dua unit sekolah," kata Direktur Program PKPU HI, Tomi Hendrajati dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (24/9).

Sekolah yang pertama, lanjutnya, diperuntukkan bagi siswa SD-SMP dengan jumlah siswa sebanyak 160 siswa. Bertempat di Desa Nidin, Phauk Taw District, Rakhine State.


Sementara sekolah kedua, diperuntukkan bagi 120 siswa SD di Desa Butilun, Mrauk U district, Rakhine State. Ia juga menerangkan, para guru adalah sukarelawan yang dibayar secara cuma-cuma oleh orang tua siswa.

"Sekolah yang telah terbangun ini merupakan inisiatif warga Rohingya untuk menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anaknya paska konflik terjadi. Meski dengan fasilitas yang sangat terbatas, para siswa antusias untuk belajar," ungkap Tomi, pada acara peletakan batu pertama.

Rencana ke depan, selain fasilitas dan ruang kegiatan belajar mengajar, juga akan dibangun ruang guru, ruang perpustakaan, sarana MCK dan play ground. Kedua sekolah tersebut memiliki fasilitas dan kondisi awal yang sama. Program ini didukung oleh Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia sebagai mitra kerja sama dalam menyukseskan program pendidikan di Myanmar.

"Bersama dukungan masyarakat Indonesia, PKPU Human Initiative terus berupaya menjalankan program kemanusiaan yang sustainable sebagai komitmen bersama dalam berkontribusi menyelesaikan masalah kemanusiaan secara tuntas dan menyeluruh," tandasnya. [lov]

 

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya