Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Siapkan Sanksi Jika India Beli Sistem S-400 Rusia

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 | 13:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat mengancam India dengan sanksi atas keputusan New Delhi untuk membeli sistem rudal pertahanan udara S-400 dari Rusia.

Pemerintahan Presiden Donald Trump mengeluarkan peringatan yang menyebut bahwa akan ada implikasi yang harus dihadapi oleh India jika transaksi itu dilaksanakan dengan Rusia.

Peringatan ini dikeluarka setelah Trump menandatangani perintah eksekutif, yang memungkinkan pengenaan sanksi terhadap negara dan entitas asing serta individu yang melanggar Melawan Amerika's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).


Washington baru-baru ini memberlakukan sanksi terhadap China karena baru-baru ini membeli jet tempur Rusia Sukhoi Su-35 dan sistem rudal permukaan-ke-udara S-400.

CAATSA yang memberlakukan sanksi terhadap Iran, Korea Utara dan Rusia, juga memiliki potensi untuk mempengaruhi pembelian pertahanan India.

"Kami ingin menekankan bahwa standar legislatif di sini adalah transaksi signifikan dengan entitas yang muncul pada Daftar Orang Tertentu. Kami mengambil tindakan ini karena China mengambil pengiriman 10 pesawat tempur Sukhoi, khususnya Su-25, pada bulan Desember 2017, setelah undang-undang CAATSA mulai berlaku. Juga mengambil pengiriman sejumlah S-400 sistem rudal permukaan-ke-udara atau peralatan terkait pada bulan Januari tahun ini," begitu keterangan salah satu pejabat tinggi Amerika Serikat yang anonim seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya