Berita

Julian Assange/Net

Dunia

Ekuador Pernah Beri Pos Diplomatik Di Rusia Untuk Pendiri Wikileaks?

SABTU, 22 SEPTEMBER 2018 | 11:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ekuador pernah memberikan pos diplomatik pada pendiri Wikileaks Julian Assange di Rusia pada tahun 2017 lalu. Namun hal itu segera dibatalkan karena Inggris menolak untuk memberikannya kekebalan diplomatik.

Begitu bunyi dokumen pemerintah Ekuador yang bocor dan dipublikasikan oleh Reuters.

Upaya yang dibatalkan menunjukkan bahwa Presiden Ekuador Lenin Moreno telah melibatkan Moskow untuk menyelesaikan situasi Assange, yang telah bersembunyi di kedutaan Ekuador selama enam tahun untuk menghindari penangkapan oleh otoritas Inggris atas tuduhan menghindari tuduhan.


Hal itu terungkap dalam surat yang dikeluarkan oleh kementerian luar negeri Ekuador kepada seorang legislator yang telah meminta informasi tentang keputusan Ekuador tahun lalu untuk memberikan kewarganegaraan Assange.

Menurut surat yang ditulis kepada legislator oposisi Paola Vintimilla itu, Ekuador pada 19 Desember tahun lalu menyetujui penunjukan khusus yang mendukung Julian Assange sehingga dia dapat menjalankan fungsi di Kedutaan Ekuador di Rusia.

Kata "Penunjukan khusus" mengacu pada hak presiden Ekuador untuk menyebutkan sekutu politiknya ke sejumlah pos diplomatik tetap meskipun mereka bukan diplomat karier.

Namun Reuters mengutip dokumen diplomatik yang lain menyebutkan bahwa Kantor Urusan Luar Negeri Inggris dalam catatan 21 Desember mengatakan tidak menerima Assange sebagai diplomat dan bahwa Inggris tidak menganggap bahwa Assange menikmati segala jenis hak istimewa dan kekebalan di bawah Konvensi Wina.

Ekuador membatalkan keputusannya segera setelahnya.

Otoritas Inggris mengatakan mereka akan menangkap Assange jika dia meninggalkan kedutaan Ekuador di Inggris. [mel]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya