Berita

Airlangga/Net

Politik

Arah Baru Dana Optimalisasi Bentuk Kepedulian Golkar Pada Rakyat

JUMAT, 21 SEPTEMBER 2018 | 13:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ide Partai Golkar mendorong agar prioritas dana optimalisasi diubah di tahun anggaran depan merupakan hal yang bagus. Apalagi dalam ide tersebut, dana optimalisasi dikembalikan ke pemerintah sebagai bantalan fiskal jika diperlukan untuk mengurangi tekanan utang.

Dosen Universitas Paramadina, Luthfi Assyaukanie menilai bahwa ide itu saat bagus dalam penguatan fiskal.

Lebih dari itu, dia menilai bahwa ide Partai Golkar tersebut merupakan bukti politisi turut memikirkan perkembangan gejolak masalah ekonomi bangsa.


“Kita semua tentu senang membaca berita seperti ini. Mengelola dan merencanakan anggaran lebih Rp 2.000 triliun memang tidak mudah. Karena itu politisi dan pemerintah memang harus saling membantu dan mengontrol," jelasnya kepada wartawan, Jumat (21/9).

Menurutnya, ide brilian Golkar itu harus didukung partai-partai politik lain di DPR. Sebab masalah ekonomi yang sedang dihadapi adalah imbas dari krisis di dunia. Sehingga dibutuhkan peran konstruktif dari elemen bangsa, utamanya elemen partai yang ada di parlemen.

“Sebab, nasib rakyat menjadi taruhannya,” katanya.

Sementara itu, pujian juga datang dari pengamat ekonomi Edbert Gani. Direktur Riset ALX Strategy itu menilai inisiatif Golkar bisa menjadi dana tambahan bagi bantalan fiskal pemerintah di saat ekonomi sedang sulit.  

“Wah, kalau betul dilaksanakan, sangat bagus. Belum pernah sebelumnya dilakukan. Inisiatif baru, patut dipuji,” tuturnya.

Arah baru kebijakan anggaran yang didorong Fraksi Partai Golkar merupakan bentuk altruisme atau kepedulian partai atas masalah yang dihadapi rakyat.

Terlebih, selama ini dana optimalisasi selalu membuka peluang para politisi untuk mencari keuntungan dari berbagai proyek pemerintah. Dengan pengalihan peruntukan dana tersebut, maka semua akan kembali diserahkan ke pemerintah untuk bantalan fiskal.

“Jadi, selain positif buat kebijakan fiskal, arah baru ini juga mengurangi peluang korupsi para politisi DPR," katanya.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto meminta Fraksi Partai Golkar untuk tidak tinggal diam saat situasi ekonomi yang sulit. Kata dia, DPR harus mengambil langkah untuk memberi solusi.

Airlangga mengatakan pihaknya bersama seluruh kekuatan Fraksi Partai Golkar di DPR mendorong agar tahun anggaran sekarang dan ke depan, dana optimalisasi diubah prioritasnya, dikembalikan lagi ke pemerintah untuk digunakan sebagai bantalan fiskal jika diperlukan.

Dana optimalisasi adalah dana untuk kementerian dan lembaga yang bisa dikeluarkan dalam keadaan mendesak, dengan syarat harus sesuai dengan prioritas dan agenda pemerintah yang tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya