Berita

KH Ma'ruf Amin/Net

Wawancara

WAWANCARA

KH Ma'ruf Amin: Berapapun Nomor Urutnya, Sama-sama Bagus, Tergantung Nasib Saja, Yang Pasti Kami Siap

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 | 09:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar acara pengundian nomor bagi pasanganbakal capres-cawapres yang akan bertarung pada Pilpres 2019. Seperti diketahui saat ini ada dua pasang bakal capres-cawapres yang akan bertarung yakni; Jokowi-KH Ma'ruf Amin vs Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Lantas di acara pengundiannomor urut itu, pasangan Jokowi ini Kiai Ma'ruf berharap dapat nomor berapa? Berikut ini pandangan Kiai Ma'ruf terkait nomor urut dan beberpa hal lainnya termasuk terkait pemilu damai;

Hari ini KPU akan mengun­di nomor urut bagi pasangan capres-cawapres. Anda ber­harap dapat nomor berapa?
Pokoknya sama-sama bagus, jadi tergantung bagaimana nanti nasibnya saja. Kecuali kalau bisa dipesan, tapi kan enggak bisa dipesan. Jadi yang mana saja bagus, dan kami siap.

Pokoknya sama-sama bagus, jadi tergantung bagaimana nanti nasibnya saja. Kecuali kalau bisa dipesan, tapi kan enggak bisa dipesan. Jadi yang mana saja bagus, dan kami siap.

Saat kampanye nanti Anda akan tetap tampil sarungan seperti ini?
Ya tetap, karena tidak ada larangan.

Kalau pakaian Anda tetap seperti itu lantas bagaimana cara Anda menarik suara millenial yang kebanyakan berselera fashionable?
Dengan cara membangun ekonomi, membangun sumberdayanya, kemudian menyiap­kan situasi dan kondisinya. Hal tersebut supaya ketika terjadi regenerasi tidak mengalami ham­batan dan konflik. Nah, ketika ekonominya sudah kuat maka mereka (kaum millenial) bisa membangun Indonesia secara ce­pat. Sebab saat ini masih ada konflik ideologi. Maka dari itu kami ingin menghilangkan itu semua.

Di sosial media ada salah satu tokoh agama yang menghina Anda. Bagaimana tang­gapan Anda?
Ya kalau untuk saya saya si tidak akan saya respon. Akan tetapi sebaiknya seorang kiayi itu tidak usah menyinggung orang lain. Justru seorang kiai itu harusnya menasihati dan mengajak bukan menyinggung-nyinggunglah. Kiai tidak baik seperti itu.

Hasil Ijtima ulama II men­dukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda Sandiaga itu ulama?

Barangkali mereka (peserta ijtima ulama) menilai ulama itu seperti apa? Berarti kalau mereka mengatakan ulama ya tanya saja dasarnya ulama itu apa?

Memangnya definisi ulama itu apa?

Saya tidak mau komenlah. Sebab yang memberi label (ula­ma) alasannya itu apa?

Oh ya terkait posisi Anda di Majelis Ulama Indonesia (MUI), Marsudi Syuhud, Ketua MUI bidang Ukhuwah Islamiyah mengatakan Anda tetap jadi Ketum MUI sampai dapat ja­batan baru. Apa betul?
Ya berdasarkan anggaran dasar yang tidak boleh itu men­jabat antara ketum MUI dengan pejabat eksekutif, atau legislatif, atau pimpinan parpol. Kalau dimaknai bahwa tidak boleh merangkap ketika saya diangkat menjadi wapres. Kalau sudah diangkat saya harus mundur. Tapi kalau sekarang tidak harus mundur. Karena tidak harus mundur ya dijalani saja sampai nanti penetapan.

Artinya status Anda saat ini di MUI bisa dikatakan non-aktif?
Itu baru wacana. Wacana apakahsaya harus non-aktif. Kalau menurut AD/ART-nya tidak.

Oh ya kemarin rapim bahas apa saja?
Macam macam ngomongnya, termasuk bagaimana soal posisi saya itu, kapan harus mundur. Kalau mundur itu harus, tapi soal kapan pastinya itu kalau melihat anggaran dasar sesudah saya diangkat jadi wapres.

Katanya pada rapat itu sempat bahas soal NTB. Apa isi bahasannya?

Macam-macamlah, nantilah pokoknya bahas bantuan.

Bagaimana tanggapan Anda soal bergabungnya ekonom Kwik Kian Gie ke kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai tim penasihat ekono­mi?

Ya enggak ada masalah, itu kan pilihan kan. Kwik memilih ke sana itu ya pilihan dia.

Kwik bilang konsep ekonominya tak dipakai oleh Presiden Jokowi sehingga dia ke­cewa dan akhirnya memilih mendukung Prabowo?
Saya tidak tahu...saya tidak tahu kapan ditolaknya. Konsep ekonominya apa saja saya belum tahu. Memang di sana ada tim kan. Kalau tim itu kan bagaima­na supaya rencana ekonominya bisa diterima. Tapi kalau selama ini yang saya kemukakan oke-oke saja.

Tanggapan Anda soal pidato SBY bagaimana?

Soal pidato Pak SBY saya tidal tahu. Isinya apa dan arahnya apa saya tidak tahu. ***

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya