Berita

Iran/Net

Dunia

AS Cari Cara Rundingkan Ulang Perjanjian Dengan Iran

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 | 07:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat saat ini tengah berupaya untuk menegosiasikan perjanjian dengan Iran.

Iran sendiri diketahui telah menolak upaya Amerika Serikat untuk mengadakan pembicaraan tingkat tinggi sejak Presiden Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir antara Teheran dan enam kekuatan dunia tahun 2015 pada awal tahun ini.

"Kesepakatan baru yang kami harap bisa ditandatangani dengan Iran, dan itu tidak akan menjadi perjanjian pribadi antara dua pemerintah seperti yang terakhir, kami mencari perjanjian," kata utusan khusus Amerika Serikat untuk Iran Brian Hook lembaga think tank Hudson Institute seperti dimuat Reuters.


Untuk diketahui bahwa kesepakatan 2015 adalah perjanjian eksekutif yang tidak diratifikasi oleh Senat Amerika Serikat dan hanya mencakup program nuklir Iran. Sementara itu sebuah perjanjian akan membutuhkan persetujuan dari Senat.

“Mereka tidak memiliki suara di Senat AS sehingga mereka menemukan suara di Dewan Keamanan PBB. Itu tidak cukup dalam sistem pemerintahan kami jika Anda ingin memiliki sesuatu yang abadi dan berkelanjutan,” kata Hook, seraya menambahkan bahwa Washington berharap sanksi AS akan memaksa Teheran bernegosiasi. [mel]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya