Berita

Demokrat/Net

Politik

Demokrat: Asia Sentinel Tidak Cukup Hanya Minta Maaf

KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 | 05:47 WIB | LAPORAN:

Partai Demokrat akan membuktikan lebih jauh artikel pemberitaan Asia Sentinel berjudul 'Indonesia's SBY Government: Vast Criminal Conspiracy' atau 'Pemerintahan SBY: Konspirasi Kriminal Terbesar', yang dipublikasikan beberapa waktu lalu.

Atas pemberitaan tersebut, media massa berbasis di Hongkong itu kemudian meminta maaf secara terbuka kepada Demokrat terutama ketua umumnya Susilo bambang Yudhoyono (SBY) yang juga presiden keenam RI.  

"Kami masih akan membuktikan lebih jauh lagi, kalau dia bukan produk pers dan perusahaan pers," kata Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon kepada wartawan, Kamis (20/9).


Menurutnya, pemberitaan Asia Sentinel yang beredar 10 September 2018 telah merusak citra Demokrat dan SBY karena menyebut terlibat korupsi dana talangan Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.    
 
"Kalau sudah rusak begini korbannya banyak. Tidak cukup hanya meminta maaf saja selesai persoalan. Nama baik Pak SBY dan Partai Demokrat sudah kadung rusak," jelas Jansen.

Asia Sentinel sendiri telah memuat permohonan maafnya di www.asiasentinel.com. Dalam keterangannya, Asia Sentinel mengakui telah membuat tuduhan yang tidak adil terkait dengan skandal Century.

Berikut permintaan maaf Asia Sentinel:
Asia Sentinel ingin menarik kembali sebuah cerita yang terbit pada 10 September 2018 di situs web tentang mantan pemerintah Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia. Dalam artikel yang ditulis sendiri oleh pemimpin redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen, kami secara tidak adil melakukan banyak tuduhan terkait dengan gugatan yang sedang berlangsung mengenai dampak dari Bank Century.

Kami mengakui bahwa kami tidak mencari pendapat yang adil dari orang-orang yang disebutkan dalam artikel itu. Artikel itu juga hanya satu sisi dan melanggar praktik jurnalistik yang adil. Ini juga menjadi berita utama yang memanas dan tidak adil bagi mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Kami telah menarik berita dari situs web Asia Sentinel, tetapi kami lebih lanjut ingin meminta maaf sepenuhnya dan tegas kepada mantan Presiden Yudhoyono, Partai Demokrat, dan siapa saja yang dihina oleh artikel tersebut. Dan lebih dari itu kepada rakyat Indonesia untuk penghinaan yang mungkin kami timbulkan dengan cerita itu.

Kami sangat menyesalkan rasa sakit yang telah diakibatkan oleh penghakiman keadilan ini.

Akhirnya Asia Sentinel ingin menyatakan rasa hormatnya yang tinggi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang telah melayani negaranya dengan perbedaan dan secara luas dihormati sebagai negarawan Asia. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya