Berita

Budi Waseso/Net

Politik

Buwas Ngaku Curiga, BPK Temukan Persetujuan Impor Pangan Tidak Lalui Rakor

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 | 14:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengaku curiga dengan kebijakan impor pangan yang dilakukan Kementerian Perdangan. Tidak sepatutnya Indonesia sebagai negara agraris melakukan hal tersebut. Ironis.

“Republik Indonesia ini negara agraris, tapi kita justru malah impor bahan pertanian atau pangan. Ini kan ironis,” ujar Budi Waseso pada acara peresmian Politeknik Pertanian Pembanggunan di Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/9).

Kecurigaan Buwas, sapaan populernya saat menjabat Kabareskrim Mabes Polri, terhadap kebijakan impor pangan, beralasan. Hasil telisik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), setidaknya dalam bentang waktu Tahun 2015 hingga Semester I Tahun 2017, bisa menjadi jawaban.


Data hasil telisik BPK yang beredar di kalangan wartawan, menegaskan bahwa sistem pengendalian intern Kementerian Perdagangan belum efektif untuk memenuhi kapatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Data yang beredar di kalangan wartawan, BPK menemukan penerbitan persetujuan impor dalam rangka menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga yang dilakukan Kementerian Perdagangan tidak melalui pembahasan dalam rapat koordinasi (Rakor) dan tanpa rekomendasi dari kementerian teknis.

Pada point ini, telisik BPK menemukan pada proses impor gula, baik Gula Kristal Putih (GKP) maupun Gula Kristal Merah (GKM). Juga terjadi pada kebijakan impor Beras Kukus, impor sapi, impor daging sapi yang pada tahun 2016 saja mencapai angka Rp 737,65 miliar.

Sementara pada proses impor yang tidak didukung oleh dokumen persyaratan yang lengkap, BPK menemukan terjadi pada penerbitan persetujuan impor beras. Juga terjadi pada persetujuan impor sapi, impor daging sapi, dan impor garam.

Kata Buwas, Tiongkok yang tidak memiliki basis pertanian tapi memiliki ketahanan pangan yang baik. Ketahanan pangan di Tiongkok bisa mencapai 10 tahun, padahal hanya bisa menanam sekali dalam setahun.

“Sementara Indonesia yang memiliki masa tanam dua hingga tiga kali setahun, tidak memiliki ketahanan pangan. Indonesia mengandalkan impor dalam memenuhi kebutuhan mendasar tersebut. Kenapa kita kalah sama Tiongkok? Ini pasti ada yang salah,” tegasnya.

Buwas mengaku miris dengan impor pangan yang terus dilakukan pemerintah.

“Impor pangan merupakan hal ironis lantaran Indonesia merupakan negeri yang agraris,” katanya.

Banyak beras impor di gudang Bulog yang tidak digunakan sama sekali. Bahkan ada yang sudah turun mutu. Terus kalau kita harus impor itu untuk apa?, ujar Buwas bertanya-tanya.

Lebih ironis lagi, saat ini stok beras Bulog melimpah. Bahkan, saking melimpahnya, Bulog sampai harus meminjam gudang pihak lain untuk menyimpan stok beras.

Buwas pun bertekad akan mencari tahu lebih dalam akar masalah kebijakan impor pangan yang dilakukan. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya