Berita

Dunia

Nepal Dapat Akses Ke Empat Pelabuhan China

RABU, 19 SEPTEMBER 2018 | 08:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

China memberikan akses Nepal ke pelabuhan darat dan lautnya. Hal itu diumumkan baru-baru ini setelah kedua negara menjalin kesepakatan.

Hal ini mengakhiri ketergantungan negara Himalaya yang terkurung daratan di India untuk rute perdagangan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Nepal dapat menggunakan empat pelabuhan di Tianjin, Shenzhen, Lianyungang dan Zhanjiang serta tiga pelabuhan kering di Lanzhou, Lhasa dan Xigatse di China.


"Nepal dan China telah menyetujui protokol transit. Sekarang Nepal dapat menggunakan titik perbatasan dan rute sesuai kebutuhan kami. Ini adalah masalah kebahagiaan luar biasa bagi kami," kata Perdana Menteri Nepal Khadga Prasad Sharma Oli seperti dimuat Al Jazeera (Selasa, 18/9).

Diketahui bahwa di bawah jabatan Oli sebelumnya sebagai perdana menteri, Nepal, yang melakukan dua pertiga perdagangannya dengan India, beralih ke China setelah blokade perbatasan berbulan-bulan yang diberlakukan oleh New Delhi pada akhir 2015.

Memanfaatkan sentimen anti-India yang semakin mendalam setelah blokade, Oli mengunjungi Beijing pada Maret 2016, di mana Kathmandu menandatangani perjanjian perdagangan dan transit bersejarah, dipuji sebagai "titik balik" dalam hubungan bilateral antara kedua tetangga.

Sementara Nepal menghadapi tantangan dalam meningkatkan infrastrukturnya di sepanjang perbatasan Tiongkok, yang terletak di beberapa medan tersulit di dunia, para analis mengatakan kesepakatan itu bisa menjadi transformatif, membantu memajukan perdagangan internasional Nepal. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya