Berita

Nasaruddin Umar/Net

Perempuan Hebat Di Dalam Al-Qur'an (22)

Keterlibatan Para Isteri Pembesar

SENIN, 17 SEPTEMBER 2018 | 08:01 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

DI dalam Al-Qur'an, bukan hanya Zulaikhah yang terlibat dalam kasus menghebohkan di dalam masyarakat. Isteri-isteri pejabat lain juga terlibat di dalam kisah ini. Zulaikhah yang sudah menjadi buah bibir di kalangan para isteri pembesar di istana. Gosip yang berkembang di dalam kalangan keluarga pejabat elit sebagaimana dilukiskan dalam Al-Qur'an: "Dan wanita-wanita di kota berkata: "Isteri Al Aziz menggoda bujang­nya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata." (Q.S. Yusuf/12:30). Zulaikhah tidak ingin men­jadi bulan-bulanan gosip sendirian. Zulaikhah mengundang para isteri pejabat lain hadir di suatu tempat dalam sebuah acara khusus, se­bagaimana dikisahkan dalam Al-Qur'an: "Maka tatkala wanita itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka, diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk, dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), ke­mudian dia berkata (kepada Yusuf): "Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka." Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mer­eka kagum kepada (keelokan rupa) nya dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia." (Q.S. Yusuf/12:31). Dari ayat ini diketahui bahwa para isteri pembesar lain pun ikut tercengang atau kagum akan ketampanan Nabi Yusuf.

Situasi seperti itu digunakan oleh Zulaikhah untuk meringankan beban sosialnya di dalam masyarakat, khususnya di lingkungan perem­puan elit. Zulaikhah dikutip mengatakan: "Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah meng­goda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak menaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina." (Q.S. Yusuf/12:31). Para isteri pembesar lainnya akhirnya bias memahami kejadian yang menimpa Zulaikhah. Strategi Zulaikhah untuk meredam isu yang terjadi pada dirinya berhasil. Semenjak kejadian dalam acara yang diadakan Zulaikhah yang membuat jari-jari tangan perem­puan terluka karena ketampanan Nabi Yusuf, maka semenjak itu gosip mereda. Menceritakan aib Zulaikhah sama dengan menceritakan aibnya sendiri. Mereka juga terbukti menjadi korban ket­ampanan Nabi Yusuf. Mereka baru sadar kalau Nabi Yusuf betul-betul bukan hanya tampan tetapi menawan, rendah hati, berakhlak mulia, dan menakjubkan.

Akhirnya juga Nabi Yusuf mulai menyadari betapa rawan dirinya tinggal di lingkungan istana. Apalagi dalam keadaan sebagai pemuda lajang dengan segudang kepercayaan khusus kepada dirinya. Dengan menyadari kenyataan tersebut, maka Nabi Yusuf memohon kepada Allah Swt agar bisa diselamatkan dari berbagai macam fitnah. Ternyata kedahsyatan fitnah menenggelamkan kenyamanan istana. Mungkin karena itu Nabi Yusuf mengucapkan sebuah doa yang aneh, sebagaimana disebutkan da­lam Al-Qur'an: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh." (Q.S. Yusuf/12:33). Akhirnya Nabi Yusuf diperkenankan doanya (Q.S. Yusuf/12:33). Ia dipelihara Tuhan agar terhindarkan dari berbagai fitnah, walaupun harus menyepi di penjara dan meninggalkan gemerlapnya istana. Ternyata bagi seorang Nabi Yusuf penjara lebih nyaman daripada istana. Pengalaman Nabi Yusuf di rumah pembesar membuatnya lebih matang di dalam menjalani kehidupan berikutnya. 


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya