Berita

Arif Budimanta/RMOL

Bisnis

Sektor Pertanian Bisa Perkuat Ekonomi Saat Rupiah Lemah

SABTU, 15 SEPTEMBER 2018 | 06:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Peningkatan ekspor komoditas pertanian yang semakin signifikan mendapat apresiasi dari Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Sebab, peningkatan itu diyakini mampu berkonstribusi pada penguatan ekonomi tanah air saat rupiah tengah loyo.

Wakil Ketua KEIN, Arif Budimanta menguraikan bahwa peran sektor pertanian terhadap ekonomi nasional itu dapat diukur dari nilai ekspor produksi pertanian dan peningkatan nilai tukar petani (NTP) yang menunjukkan tanda kesejahteraan petani.

Untuk itu, dia meminta pemerintah mengoptimalkan lagi ekspor komoditas pertanian lain yang mempunyai nilai lebih besar.


"Apalagi jika kita mampu memproduksi kopi misalnya, menjadi barang setengah jadi sehingga mempunyai nilai yang lebih tinggi," ujar Arif dalam keterangan tertulis, Jumat (14/9).

Arif menjelaskan fungsi dari produksi sektor pertanian bukan sebatas untuk ketersediaan pangan domestik. Namun juga untuk mendongkrak ekspor, sehingga memiliki andil besar dalam menjaga ekonomi negara.

"Sektor pertanian perlu dijaga keberlanjutannya, sebab membawa dampak positif bukan hanya memperkokoh pendapatan ekonomi nasional tapi juga hal lainnya, misalnya soal penyerapan tenaga kerja," kata Arif.

Guna mencapai itu, Arif berpendapat sektor pertanian membutuhkan adopsi teknologi agar dapat semakin mendorong jumlah produksi.

"Pemerintah selama ini telah cukup memberikan input subsidi untuk produksi pertanian. Peran pemerintah kini seharusnya sudah bergeser membentuk petani mampu mengadopsi teknologi pertanian guna menunjang produksinya," ujar Arif.

Selaras dengan itu, anggota KEIN Benny Pasaribu juga menyebutkan bahwa sektor pertanian amat mendukung penguatan ekonomi nasional di saat melemahnya rupiah.

"Dengan menguatnya dolar Amerika, barang impor jadi mahal. Sebaiknya harus digantikan dengan produk dalam negeri. Yang sudah siap itu adalah sektor pertanian kita," ucap Benny.

Benny mengungkapkan, jumlah komoditas ekspor dan naiknya NTP merupakan parameter bahwa pertanian memberikan pengaruh terhadap penguatan ekonomi Indonesia.

"Ekspor itu kan hasil industri yang bahan bakunya harus dari dalam negeri supaya lebih berkembang dan petani sejahtera," kata Benny. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya