Berita

SBY-AHY/Net

Politik

Istilah Dispensasi Bentuk Halus Demokrat Main Dua Kaki

KAMIS, 13 SEPTEMBER 2018 | 09:39 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Dispensasi merupakan istilah lain politik dua kaki yang diterapkan Partai Demokrat yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena tidak berani menindak tegas kadernya yang membelot mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai, sikap berbeda pilihan yang ditunjukkan sejumlah kader Demokrat menunjukkan ada dinamika politik yang berseberangan terkait dengan pilihan capres.

"Meskipun dikemas dengan bahasa dispensasi atau alasan mengamankan suara partai demi pemilu legislatif, tapi menurut saya dispensasi itu istilah halus 'main dua kaki'," kata Karyono kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (13/9).


Partai Demokrat telah sepakat mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. Namun belakangan, kader Demokrat seperti Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur Papua Lukas Enembe, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan yang terbaru Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan dukungannya terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Tentunya tidak hanya kader dan pengurus, tapi juga di tingkat pemilih Partai Demokrat. Tentunya di akar rumput yang menjadi basis pemilih partai Demokrat juga terjadi perbedaan pilihan capres," tegasnya.

Kendati demikian, Karyono menilai fenomena adanya main dua kaki bukan untuk mengamankan Agus Harimurti Yudhono (AHY) di kabinet Jokowi-Ma'ruf jika terpilih Pilpres 2019. Namun beberapa kader Demokrat yang justru memanfaatkan situasi.

"Mungkin kalaupun ada yang masuk kabinet justru bukan AHY, tapi kader Demokrat seperti TGB dan Soekarwo," pungkasnya. [rus]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya