Berita

Erick Thohir/Net

Wawancara

WAWANCARA

Erick Thohir: Kalau Pak Jokowi Berpelukan Dengan Pak Prabowo, Saya Tentunya Akan Berpelukan Juga Dengan Sandiaga Uno

SENIN, 10 SEPTEMBER 2018 | 10:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bakal capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin akhirnya mendapuk Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN). Nama Erick itu diumum­kan langsung oleh Jokowi di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/9) lalu. "Ketua Tim Kampanye Nasional adalah bapak Erick Thohir," kata Jokowi.

Erick merupakan Ketua Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc). Persiapan Asian Games 2018 yang memang sempat dikritik Jokowi pada sisi promosi, na­mun gelaran itu terbukti sukses dan mendapat pujian langsung dari Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Fahad. Lantas bagaimana tanggapan pengusaha muda tersebut terkait tugas barunya itu? Berikut pernyataan Erick.

Kapan Anda ditawarkan menjadi Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf?

Baru tanggal 20 Agustus lalu.

Baru tanggal 20 Agustus lalu.

Lantas apa yang membuat Anda menerima tawaran tersebut?

Ya, saya rasa jika melihat jejak rekam saya hanya di media dan olahraga. Kemudian kenapa saya memilih dua usaha itu karena saya mencintai bisnisnya. Jadi kalau dilihat bisa dikatakan kakak saya ke bisnis lain sedangkan saya pribadi hanya fokus ke media dan olahraga. Nah, kalau untuk saat ini (Ketua TKN) adalah sebuah pilihan. Akan tetapi sesuatu yang saya dapati dan lihat dari Pak Jokowi yaitu kekuatan beliau yang hati nuraninya hanya untuk rakyat. Selain itu membangun Indonesia juga merupakan pilihan saya.

Dengan jabatan sebagai Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf apa ada kekhawatiran bisnis Anda tergerus?

Pak Jokowi sudah menjelaskan dengan harapan agar saya pro­fessional. Alhamdulillah hampir 2,5 tahun saya meninggalkan (bisnis) namun tetap berjalan juga. Jadi saya rasa ini kesem­patan baik yang diberikan oleh Allah untuk menjaga profession­alisme saya. Nah saya lihat ini sebuah tantangan besar namun ini juga sebuah amanah yang harus kami laksanakan sesui visi-misi. Pastinya sesuai dengan jejak rekam yang pernah ada di Pak Jokowi selama ini. Artinya saya tidak melihat visi misinya Pak Jokowi melainkan jejak rekam beliau sebelumnya.

Memangnya Anda sudah siap bertarung dengan politisi oposisi?

Saya rasa kuncinya bukan ber­tarung, justru dalam hal ini jika kita cinta Indonesia kita harus bersahabat tapi juga bermartabat. Kalau Pak Jokowi berpelukan dengan Pak Prabowo, ya saya ju­ga berpelukan dengan bakal calon wakil presiden Pak Sandiaga Uno di lapangan basket.

Dengan jabatan yang baru Anda emban ini apakah Anda tidak khawatir persahabatan Anda dengan Sandiaga Uno justru akan terganggu?

Insyaallah tidak kalau kuncinya professional. Begini, da­lam sebuah persahabatan itu jangan dilihat hari ini tapi lihat masa lalu dan masa depan. Kita sebagaimana manusia itu seperti ini (memeragakan jari seperti huruf L). Terkadang di atas, di tengah, dan di bawah. Kita harus siap atas perubahan terse­but. Insyaallah kami di sini jika dikatakan bertarung maka kami keberatan. Sebab kita semua ingin memiliki pesta demokrasi yang bersahabat menunjukkan kepada dunia bahwa kita bangsa besar.

Benarkah Anda ditugaskan untuk meraup suara anak muda?
Nanti baru dirapatkan. Rabu lalu saya baru dihubungi oleh beliau-beliau (sambil mengarah ke politisi Koalisi Indonesia Kerja). Jadi saya rasa terlalu dini untuk bicara hal yang di­tanyakan. Tetapi akan kami persiapkan sesuai dengan visi misinya. Bukan karena kami ingin membohongi rakyat atau mengkamuflase rakyat yang kami janjikan, tidak.

Konsep strategi yang Anda tawarkan apa?
Saya tidak menawarkan apa-apa. Pasalnya waktu itu saya dipanggil dan dipertemukan oleh sahabat-sahabat yang me­mang sudah lama saya kenal. Terus saya diminta memberikan sumbangsih dari segi manaje­men dan pemikiran. Meski demikian tentunya saya tetap harus banyak belajar dari teman-teman yang jauh berpengalaman. Manajemen teman-teman saya ini lebih matang daripada saya.

Lalu apa strategi Anda un­tuk memenangkan pasangan Jokowi-Maaruf Amin?
Kami ini baru rapat hari Rabu lalu. Pada rapat tersebut kami baru mendiskusikan strategi-strategi untuk ke depannya seperti apa. Pak Jokowi send­iri sih mengarahkannya sangat sederhana. Tentunya kami yang tergabung dalam TKN beru­paya untuk bekerja semaksimal mungkin. Jadi bukan hanya untuk pasangan Pak Jokowi dan Pak Kiai Ma'ruf namun juga untuk masa depan rakyat. Saya rasa hal ini sangat penting. ***

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya