Berita

Yusril Ihza Mahendra/Net

Politik

Yusril: #2019GantiPresiden Tidak Jelas Dan Tidak Mendidik Rakyat

MINGGU, 09 SEPTEMBER 2018 | 19:03 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gerakan #2019GantiPresiden dianggap tidak memberikan pendidikan politik bagi rakyat.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra menjelaskan sangat wajar dan lumrah jika kegiatan dukung mendukung muncul dalam agenda politik. Tapi harus dijelaskan juga gerakan tersebut ditujukan untuk siapa. Sebab, sekarang ini capres dan cawapres sudah mengerucut ke dua kandidat.

"Jadi pendapat saya rasanya sudah kurang pas #2019GantiPresiden itu," ujarnya dalam pesan elektroniknya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (9/9).


Pakar hukum tata negara itu menilai gerakan #2019GantiPresiden terlalu propokatif. Untuk itu sudah saatnya tagar diganti dengan menyebut nama pilihan calon presidennya secara tegas dan jelas.

Propaganda politik, sambung pria asal Belitung itu bertujuan untuk menanamkan ke alam bawah sadar kepada publik tentang sesuatu tujuan.

Ia menilai Pemilu dan Pilpres 2019 selain bertujuan untuk melaksanakan demokrasi, juga dimaksudkan sebagai wahana pendidikan politik.

"Kita ingin rakyat kita menjadi dewasa dan rasional dalam menentukan pilihan politik, bukan penggiringan opini melalui propaganda," pungkasnya. [nes]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya