Berita

Hadar Nafis Gumay/RMOL

Politik

Adu Kekuatan KPU Dan Bawaslu Soal Polemik Caleg Mantan Napi Korupsi

MINGGU, 09 SEPTEMBER 2018 | 16:51 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Peran penyelenggara pemilu seperti KPU, Bawaslu dan DKPP dalam menyelesaikan polemik calon anggota legislatif dari mantan napi korupsi harus dikedepankan.

Fenomena yang terjadi saat ini justru antara KPU dan Bawaslu memiliki perbedaan yang tinggi terhadap polemik tersebut.

"Saya ingin menyampaikan sebetulnya bagaimana hubungan antara penyelenggara pemilu kita. Mereka didesain bukan saling kelahi. Tapi apa yang terjadi antara KPU dan Bawaslu terlihat seperti adu kekuatan," ujar pendiri Network for Democracy and Electoral Integrity (Netgrit) Hadar Nafis Gumay di Kantor ICW, Jakarta, Minggu (9/9).


Adu kekuatan tersebut terkait dengan sengketa calon dari mantan napi korupsi. Pelarangan itu sudah tertulis jelas di PKPU 20/2018, namun Bawaslu justru meloloskan beberapa caleg yang terindikasi menjadi mantan napi korupsi.

"Kelihatannya bangga sekali kalau Bawaslu mendapatkan ada yang salah di KPU. Di media mereka berdebat," jelasnya.

Dia mengkhawatirkan perdebatan sengit sesama lembaga penyelenggara pemilu, justru akan merusak pelaksanaan pemilu yang jujur dan adil.

"Yang jadi korbannya adalah pemilu itu sendiri yang akhirnya jadi rusak. DKPP harus berfungsi untuk melakukan pencegahan terhadap ini. Momen ini menjadi kesempatan untuk kita dapat menyelenggarakan pemilu yang bersih," pungkasnya. [fiq]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya