Berita

Agung Hendriadi/Ist

Bisnis

Kemitraan Gapoktan Dan TTI Mudahkan Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pangan

JUMAT, 07 SEPTEMBER 2018 | 13:22 WIB | LAPORAN:

Dalam upaya mencukupi kebutuhan pangan masyarakat dengan harga terjangkau, selain dilakukan melalui peningkatan produksi pangan juga memperpendek matarantai distribusi pangan.

Dalam kaitan ini Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian melakukan pembinaan kepada 1156 Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) yang tersebar diberbagai tempat.

"Selain itu juga dibangun 3.655 Toko Tani Indonesia (TTI)  dan TTI Center yang saat ini berkembang di 20 provinsi,” ujar Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi di Jakarta, Jumat (7/9).


Salah satu Gapoktan yang cukup pesat kemajuannya adalah Gapoktan Sinar Abadi yang kegiatannya meliputi penyimpanan gabah/beras, penjemuran, pengolahan serta cadangan pangan di Banjar Bongan Jawa.

Gapoktan yang berada di Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan berdiri 15 Agustus 2008 dengan anggota 247 berasal dari 5 Kelompok Tani. Gapoktan ini sudah melakukan kemitraan usaha dengan 11 TTI di Bali.

Menurut Ketua Gapoktan, I Ketut Sukarta, tahun 2016 pihaknya mendapat bantuan program usaha pangan masyarakat dari BKP Kementan sebesar Rp 200 juta yang digunakan diantaranya Rp140 juta untuk pembelian gabah dan Rp60 juta lainnya untuk biaya operasional. Sedangkan pada tahun 2018 hanya mendapat bantuan biaya operasional.

"Bantuan tersebut sangat membantu bagi kelompok kami, untuk membeli gabah petani dan menjual berasnya ke TTI," ujar Ketut.

Ia juga menjelaskan bahwa bantuan yang diterima digunakan untuk membeli gabah petani dan sebagian untuk operasional.

"Kami sudah melakukan 3 putaran pembelian gabah petani. Dan akan terus berkembang. Kami jual dengan mitra kami ke 11 TTI dengan harga Rp. 8.200,- dan TTI menjual Rp.8.500,- langsung kepada masyarakat," tambahnya.

Ketut mengatakan bila pihaknya sudah memulai penjualan beras ke selain TTI dengan cara e-commerce sehingga dapat mengatur pengiriman barang sesuai order dari TTI.

Pengelola TTI Subak Bengkel, Pande Putu Widya mengatakan bila sistem pemasaran melalu sistem e-commerce ini merupakan lompatan besar dalam penjualan beras.

"Melalui e-commerce kami bisa lebih cepat melayani masyarakat, bahkan omsetnya terus meningkat," tambahnya.

Pande mengatakan, saat ini pemasaran dengan sistem ecommerce sementara ini baru dilakukan antara gapoktan dan TTI.

"Kalau masyarakat pembeli kami hanya mengunakan komunikasi lewat handphone atau penjualan langsung," ujarnya.

Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi yang berkunjung ke lokasi beberapa waktu lalu mengaku senang melihat kinerja Gapoktan yang mendorong penyerapan gabah sekaligus meningkatkan ekonomi maayarakat.

"Usaha gapoktan ini harus terus berjalan dan berputar membantu menyerap gabah petani dan menjual beras dengan harga terjangkau kemasyarakat," ujar Agung.

Sedangkan mengenai permintaan bantuan alat pengering gabah, Agung berpesan agar Dinas Ketahanan Pangan Provinsi berkoordinasi dengan Dinas Pertanian.

"Tahun ini pemerintah mengadakan bantuan 1.000 dryer untuk gapoktan, agar usahanya lebih maju dan kesejahteraan petani meningkat," pungkas Agung. [fiq]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya