Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

EBT Bakal Perkuat Ketahanan Energi

KAMIS, 06 SEPTEMBER 2018 | 22:30 WIB | LAPORAN:

Pemanfaatan energi terbarukan dengan sumber daya alam Indonesia bisa memperkuat ketahanan nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Kalau kita bicara energi maka kita harus mandiri. Mampu memproduksi sendiri untuk meningkatkan daya saing," ujar Staf Ahli Panglima TNI Bidang Ilmu Teknologi Militer dan Siber Mayjen A Hafil Fuddin kepada wartawan, Kamis (6/9).

Dia menyatakan, Indonesia memiliki sumber daya alam yang kaya untuk mewujudkan kemandirian energi berbasis energi baru dan terbarukan (EBT). Pemerintah juga memiliki kebijakan yang jelas untuk mencapai tujuan tersebut.


Berdasarkan Peraturan Pemerintah 79/2014 tentang Kebijakan Energi Nasional, penggunaan energi terbarukan menjadi prioritas sementara energi berbasis fosil seperti solar dan batubara diminimalkan. Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, kontribusi EBT dalam bauran energi pembangkitan tenaga listrik ditargetkan naik 23 persen pada tahun 2025 nanti.

Beberapa energi primer yang diharapkan meningkat kontribusinya adalah panas bumi, tenaga surya, tenaga angin, dan tenaga air. Termasuk yang kini dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan yang berkapasitas 4x127,5 Megawatt. PLTA Batang Toru akan memanfaatkan kolam penampung yang tidak luas sehingga tidak akan mengubah bentang alam dan berdampak minimal pada ekosistem di sekitarnya

Hafil mengakui jika pengembangan energi terbarukan di Indonesia kerap menghadapi kampanye negatif, khususnya dari LSM asing. Namun, menurutnya, intervensi asing jangan sampai mengganggu kepentingan nasional.

"Tidak boleh ada intervensi asing. Kita memang mesti memperhatikan dampak lingkungan dari pengembangan energi terbarukan namun dampak lingkungan itu pasti sudah dikaji dan ada solusinya," jelasnya.

Hafil juga mengingatkan pentingnya dukungan semua komponen bangsa untuk mendukung kemandirian energi. Di sisi lain, pentingnya memperhatikan kearifan lokal dalam implementasi kebijakan.

Diketahui, dalam konferensi perubahan iklim di Paris tahun 2015, Presiden Joko Widodo telah menyatakan komitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sebanyak 29 persen dengan upaya sendiri atau 41 persen dengan dukungan internasional. Komitmen dituangkan dalam dokumen kontribusi nasional yang diniatkan atau Nationally Determined Contributions (NDC) yang menjadi bagian dari traktat pengendalian perubahan iklim global Persetujuan Paris. Dari target sebanyak 29 persen tersebut, sektor energi berkontribusi sebesar 11 persen. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya