Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Ini Perbedaan Kondisi Ekonomi Saat Ini Dengan Tahun 1998

RABU, 05 SEPTEMBER 2018 | 19:31 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Depresiasi nilai tukar rupiah tembuh hingga angka Rp 15.000 per dolar AS. Kondisi tersebut terus digiring dengan mengaitkan dengan kondisi krisis ekonomi di tahun 1997/1998 lalu.

Pengamat Ekonomi Ganesa Consultant, Kuncoroadi Presetyadji menilai kondisi saat ini berbeda dengan krisis di tahun 1998.

"Pada saat terjadinya krisis tahun 1998, tercatat rupiah terdepresiasi sebesar 254 persen sejak setahun terakhir saat itu, sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini hanya mengalami depresiasi sekitar 11 persen sejak bulan yang sama di tahun 2017," ungkap Kuncoroadi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (5/9).


Menurut dia, banyak isu yang menggiring opini masyarakat bahwa Indonesia sedang terdampar di jurang krisis ekonomi kemudian mengaitkan keterpurukan ini dengan lemahnya pemerintahan.

"Perlu dicatat bahwa analisa makro ekonomi saat ini, Indonesia masih memiliki rating yang cukup baik," terangnya.

Pria asal Kediri itu menyampaikan, cadangan devisa Indonesia sekarang sebesar 118.3 miliar dolar AS atau mencapai lima kali lipat lebih baik dari tahun 1998 yang hanya mencapai 23.61 miliar dolar AS.

"Hal ini juga diperkuat dengan pertumbuhan ekonomi kita yang masih positif, yakni mencapai angka 5.27 persen. Berbeda jauh pada saat terjadi krisis 1998 kala itu, di mana angka pertumbuhan ekonomi kita minus 13 persen," urainya.

Di samping itu, lanjut dia, pemerintah masih mampu menahan inflasi nasional di angka 3 persen sehingga jauh dari kata krisis yang pernah membawa Indonesia ke jurang krisis moneter terburuk pada tahun 1998 yang mencapai angka 70 persen.

"Berdasarkan analisa makro ekonomi kita saat ini, perekonomian Indonesia masih dapat dikatakan sehat," pungkasnya.[lov]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya