Berita

Mardani Ali Sera/Net

Wawancara

WAWANCARA

Mardani Ali Sera: Akan Tetap Jalan, Kami Yakin Kepolisian Itu Alat Negara Bukan Alat Pemerintahan

SABTU, 01 SEPTEMBER 2018 | 09:10 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Spanduk penolakan de­klarasi #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi marak bermunculan di Karawang, Jawa Barat. Rencananya deklarasi dari dua kelompok yang berla­wanan itu akan dilangsungkan di Lapangan Karangpawitan, besok.

Polres Karawang tak akan mengeluarkan izin acara de­klarasi bagi keduanya. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengancam mengambil langkah tegas jika massa pendukung keduanya tetap nekat menggelar acara deklarasi. "Manakala nanti mereka melakukan kegiatan bisa kita bubarkan," lanjutnya.

Lantas bagaimana inisiator Gerakan #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera menanggapi hal itu? Berikut pemaparan selengkapnya.


Apakah izin aksi gera­kan #2019GantiPresiden di Karawang sudah diterima?
Sebagaimana kabar dari inisi­ator lokal yang ada di Karawang sudah diurus. Namun untuk hasilnya belum tahu saya. Sebab memang lokal yang urus.

Apakah surat izinnya sudah diserahkan ke Polres Karawang?

Kalau detailnya saya belum ngecek karena kemarin pihak lokal mengatakan sedang diu­rus. Jadi saya belum tahu surat izin itu sudah sampai Polres Karawang atau belum.

Jangan-jangan Polres Karawang tidak mau menerima surat izin tersebut?
Kita tunggu saja kabar ter­barunya.

Kalau tidak diizinkan ba­gaimana itu?

Pasti teman-teman akan koor­dinasi dulu. Karena kami selalu ingin semuanya sesuai dengan aturan.

Jadi jika diizinkan maka akan dilaksanakan dan jika tidak di­izinkan maka sebaliknya?
Ya bisa ditunda atau pindah tempat. Kami ringan saja kok. Soalnya kami tidak pernah men­jegal yang lain dan menghalangi yang lain. Kami cuma ingin me­nyampaikan pendapat saja.

Jika tidak diizinkan Polres Karawang akankah meminta izin ke Polda Jabar?

Mungkin juga teman-teman buat gagasan itu. Saya belum kroscek info terbaru.

Selain kendala perizinan dari pihak kepolisian ada juga penolakan dari masyarakat Karawang semisal melalui spanduk. Bagaimana itu?
Kalau orang bebas mau pro dan kontra. Yang kontra punya hak dan yang pro juga punya hak dong. Kami dewasa aparat netral, profesional maka selesai urusan.

Anda bisa memastikan jika diberikan izin acara akan kondusif?

Kalau dilihat silakan saja lihat selama ini aksi kami se­lalu kondusif, saling sambut. Kami damai kok. Berkaca saja di Silang Monas berjalan dengan baik. Toh kami cuma mau menyampaikan pendapat dengan menyanyikan lagu per­juangan.

Terus ingin mengingatkan masyarakat bahwa negara ini pu­nya masyarakat, pilihlah dengan cerdas. Acara kami pun hanya sejam dua jam selesai.

Yang ramai itu kalau ada macam-macamnya. Padahal kami tidak berharap ada macam-macam karena makin ada macam-macam, ya teman-teman jadi bingung kenapa begini. Malah menimbulkan banyak gesekannya.

Berbagai pihak sudah me­layangkan protes terhadap gerakan ini. Bagaimana?

Kami tetap akan jalan, tetapi kami akan lebih intensif koor­dinasi dengan kepolisian. Kami tetap yakin kepolisian itu alat negara bukan alat pemerintah.

Saat ini kan capres dan cawapres sudah jelas, kenapa da­lam gerakan #2019GantiPresi­den tidak disebutkan nama capres dan cawapresnya?
Memang PKS bersama Gerindra, PAN, dan Demokrat telah resmi mengusung Pak Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Namun saya kira belum semua massa akar rumput akan memi­lih pasangan Pak Prabowo dan Bang Sandi.

Karena di kami ada yang du­kung Habib Rizieq, ada yang du­kung Ustaz Abdul Somad. Nah, kami perlu waktu untuk konsolidasi hingga nanti akhirnya masuk ke gelanggang kedua capres dan cawapres ini.

Hal ini sebagaimana ijtima ulama yang belum mengambil sikap dukungan...

Makanya biar saja, prosesnya tinggal sebentar kok. Orang itu tidak kaya lemari, kalau lemari digeser diam, kalau orang dis­enggol marah. Jadi kami pelan-pelan kalau itu. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya