Berita

Keita Imamura/Net

Olahraga

Pebasket Jepang Diskors Setahun

Terlibat Prostitusi di Jakarta
JUMAT, 31 AGUSTUS 2018 | 11:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Empat pebasket Timnas Jepang yang terlibat prostitusi di Jakarta dalam gelaran Asian Games 2018 dijatuhi hukuman oleh negaranya. Mereka dapat sanksi satu tahun.

Empat pebasket Jepang dipu­langkan dari Asian Games 2018 lantaran mereka ketahuan me­makai jasa prostitusi di Jakarta. Masih menggunakan atribut negaranya, mereka bermalam di salah satu hotel di Jakarta ber­sama pekerja seks komersil.

Takuya Hashimoto, Keita Imamura, Yuya Nagayoshi dan Takuma Sato langsung dicabut akreditasinya setelah kasus ini terungkap. Mereka bahkan pu­lang ke Jepang menggunakan biaya sendiri. Apa yang dilaku­kan atlet-atlet muda itu diang­gap memalukan kontingen dan negara Jepang.


Terkait kasus itu, Asosiasi Bola Basket Jepang (Japan Basketball Association/JBA) menjatuhkan hukuman larangan bermain. Mereka tak boleh berkompetisi di turnamen resmi untuk satu tahun ke depan. Selain itu, mereka juga mendapat potongan gaji sebesar 10 persen selama tiga bulan.

Sanksi itu dijatuhkan setelah JBA melakukan pertemuan luar biasa pada Rabu (29/8) waktu setempat. Demikian dikutip dari ABS-CBN News.

Tinggal diperkuat delapan pe­main, timnas basket Jepang dika­lahkan Iran pada babak perem­patfinal. Mereka akan berhadapan dengan Indonesia untuk mem­perebutkan posisi ketujuh.

Sebelumnya, kontingen Jepang memulangkan empat orang atletnya. Di sela-sela Asian Games 2018, keempat atlet tersebut mengunjungi kawasan prostitusi di Jakarta.

"Saya merasa malu. Kami meminta maaf sebesarnya dan akan membimbing atlet kami mulai sekarang," demikian pernyataan chef de mission kontingen Jepang, Yasuhiro Yamashita.

Para pemain basket Jepang tersebut dikabarkan keluar dari kampung atlet pada Kamis (16/8) pekan lalu. Setelah makan malam di luar, mereka menginap di hotel bersama pekerja seks komersil. Keempat atlet itu melakukan semua kegiatan di luar Asian Games 2018 dengan tetap memakai atribut timnas Jepang.

"Dengan kerendahan hati saya meminta maaf pada publik Jepang, JOC, dan semua orang yang mendukung basket atas kejadian tercela ini. Kami akan memutuskan hukuman yang pantas kepada empat pemain set­elah kami mendapatkan semua faktanya. Kami harus bekerja lebih keras untuk memastikan skandal ini tidak terjadi lagi," timpal kepala tim basket Jepang, Yuko Mitsuya.

Ini bukan kali pertama kon­tingen Jepang dibuat malu oleh atletnya. Pada Asian Games 2014 lalu, perenang Naoya Tomita juga dipulangkan dari event tersebut karena tertangkap video mengambil kamera milik seorang jurnalis. ***

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

LPDP Perkuat Ekosistem Karier Alumni, Gandeng Danantara dan Industri

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:04

RDPU dengan Komisi III DPR, Hotman Paris: Tuntutan Mati ABK Fandi Ramadhan Janggal

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:02

Kenaikan PT Bikin Partai di DPR Bisa Berguguran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:39

KPK Panggil Ketua KPU Lamteng di Kasus Suap Bupati

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:38

DPR Jadwalkan Pemanggilan Dirut LPDP Sebelum Lebaran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:30

Great Institute: Ancaman Terbesar Israel Bukan Palestina, Tapi Netanyahu

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:22

KPK Panggil Edi Suharto Tersangka Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:06

IHSG Siang Ini Tergelincir, Nyaris Seluruh Sektor Merana

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:51

Rusia Pertimbangkan Kirim Bantuan BBM ke Kuba

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:29

Partai Buruh Bakal Layangkan Gugatan Jika PT Dinaikkan

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:27

Selengkapnya