Berita

Beto/Net

Olahraga

Beto Ramalkan Korsel Juara

Final Sepak Bola
JUMAT, 31 AGUSTUS 2018 | 10:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Laga final sepakbola putra Asian Games 2018 akan mempertemukan Korea Selatan melawan Jepang. Pemain Indonesia Beto meramalkan Korsel akan mere­but medali emas pada duel di Stadion Pakansari, besok (1/9).

Pertandingan nanti bisa dikatakan final ideal karena mempertemukan dua kekuatan sepakbola di Asia. Apalagi Korea Selatan U-23 merupakan juara bertahan. Sedangkan Jepang penasaran karena sepanjang sejarah Asian Games baru sekali meraih medali emas pada 2010 di Guangzhou, Tiongkok.

Serunya final sepakbola Asian Games nanti tidak luput dari pengamatan pemain Timnas Indonesia U-23 yang tersingkir di 16 besar. Salah satunya adalah Alberto Goncalves atau biasa yang dipanggil Beto.


Pemain naturalisasi asal Brazil ini terus terang menjagokan Korea Selatan bakal keluar sebagai peraih medali emas. Pasalnya, Beto pernah merasakan sendiri permainan Korea Selatan.

"Indonesia pernah beruji coba melawan Korea Selatan. Mereka lebih bagus dari Jepang," ujar Beto kepada KLY Sport ke­marin.

Striker Sriwijaya FC ini lantas mengatakan faktor lain yang membuat Korea Selatan U-23 lebih dijagokan karena ada Son Heung-min. Pemain Tottenham Hotspur itu dikatakan Beto memenuhi semua syarat untuk membawa Korea Selatan mem­pertahankan medali emas.

"Son Heung-min itu harus juara agar tidak masuk wajib militer selama dua tahun. Saya pikir mental Korea Selatan lebih kuat gara-gara itu," imbuh Beto.

Sementara itu setelah memperpanjang kontrak pelatih Luis Milla Aspas, asisten pelatih tim­nas U-23 Bima Sakti Tukiman justru ditugasi untuk menukangi timnas Indonesia U-15.

Ini merupakan kebijakan baru PSSI.Usia muda merupakan pondasi untuk persiapan menghadapi Olimpiade 2024. PSSI sendiri memiliki empat jenjang timnas, yakni U-15, U-16, U-19, dan U-23 (senior).

Terakhir kali timnas Indonesia tampil di Olimpiade pada 1952. Ketika itu, tore­han Indonesia juga lumayan, yakni menembus ba­bak delapan besar. Sayang, setelah itu Indonesia tak mampu mengirimkan wakilnya.

Untuk bisa tampil di Olimpiade 2024, syaratnya hanya satu tim­nas Indonesia U-23 harus men­jadi semifinalis atau merebut peringkat ketiga Piala Asia U-23 2024. Piala Asia U-23 biasanya bergulir pada Januari, sedang Olimpiade pada Juli hingga Agustus.

Artinya, PSSI harus menyiapkan pemain kelahiran 2002, 2003, 2004, atau bahkan 2005. Saat ini, Indonesia sudah punya satu generasi emas (kelahiran 2002), yakni timnas Indonesia U-16 yang diasuh Fakhri Husaini, yang adalah juara Piala AFF U-16 2018.

Generasi berikutnya, yakni kelahiran 2003 dan 2004, yang kini diberikan pada Bima Sakti. Penunjukan Bima sejatinya terlalu cepat, sebab tidak ada agenda atau kejuaraan untuk anak-anak usia 15 dan 14 tahun. ***

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

Kuota Internet Hangus Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Jumat, 27 Februari 2026 | 00:01

Mantan Personel Militer Filipina Ungkap Skandal Politik Uang Pejabat Negara

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:56

Penanganan Kasus Lapangan Padel Jangan hanya Reaktif Usai Muncul Polemik

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:38

Legislator PKS Soroti Ketimpangan Politik Hukum Laut Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:22

PLN Enjiniring Raih Dua Penghargaan ITAY 2026

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:17

Tiga Syarat ‘State Capitalism’

Kamis, 26 Februari 2026 | 23:04

CMNP Minta Sita Jaminan Rumah Hary Tanoe di Beverly Hills

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:47

IPK 2025 Anjlok ke 34, Rudy Darsono: Efek Jera Cuma Jualan Politik

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:37

Konektivitas Nasional di Daerah Bencana Pulih 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:32

BPKH Perkuat Sinergi Investasi Nasional dan Internasional Lewat Revisi UU

Kamis, 26 Februari 2026 | 22:18

Selengkapnya