Berita

Nasaruddin Umar/Net

Perempuan Hebat di dalam Al-Qur'an (7)

Hawa Bukan Pelengkap Hasrat Adam

JUMAT, 31 AGUSTUS 2018 | 08:16 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

CITRA negatif sering me­lekat pada diri Hawa kemu­dian membias kepada kaum perempuan pada umumnya ialah Hawa dicitrakan seba­gai pelengkap selera dan hasrat Adam. Cerita ten­tang Hawa sebagai peleng­kap hasrat keinginan Adam hanya ditemukan di dalam mitos-mitos Israili­yat. Dalam mitos tersebut Hawa diciptakan un­tuk melengkapi hasrat Adam. Semula Tuhan hanya menciptakan laki-laki (Adam), tetapi ternyata Adam tidak bisa menikmati fasili­tas surga. Ia masih merasakan ada satu ke­butuhan tetapi ia sendiri tidak tahu apa yang dibutuhkan itu. Ia seperti merasa kekurangan tetapi ia sendiri tidak paham apa yang kurang pada dirinya. Itulah sebabnya Adam disebut Adam, dalam bahasa Hebrew berasal dari akar kata alef (yang satu) dan dom (sunyi, diam, bisu). Ia disebut Adam karena menjadi makhluk kesepian dan lonely di surga. Ang­gapan seperti ini dihubungkan dengan Bibel, Kitab Genesis/2:18-19 yang menjelaskan bah­wa tidak baik seorang laki-laki sendirian dan karenanya Eva diciptakan sebagai pelayan yang tepat untuk Adam (a helper suitable for him). Sebaliknya perempuan yang dalam ba­hasa Yahudi disebut haishah secara literal be­rarti "pelayan" (ezer/helper) Adam.

Mitos Hawa sebagai pelengkap hasrat ke­inginan Adam mengesankan perempuan se­bagai subordinasi laki-laki. Dalam literatur Ya­hudi, sebagaimana digambarkan dalam Kitab Midras, dijelaskan perbedaan asal-usul laki-laki (Adam) dan perempuan (Hawa). Laki-laki diciptakan dalam perspektif intelektual (hok­mah) dan perempuan diciptakan dalam pers­pektif instink (binah). Jika diperhatikan secara cermat beberapa pernyataan dalam Bible, mis­alnya dalam Kitab Kejadian yang terdiri atas 50 bab dan 1532 pasal, jelas menarasikan po­sisi dan kedudukan perempuan sangat timpa­ng dibanding kedudukan laki-laki. Kitab-kitab suci pada umumnya dari satu sisi mengakui dan memuji perempuan tetapi pada sisi lain memberikan statmen yang kurang mengun­tungkan bagi kaum perempuan. Apalagi jika di baca dalam perspektif konteks masyarakat modern.

Mitos-mitos misoginis kelihatannya masih sulit digeser di dalam masyarakat karena sebagian bersumber dari pernyataan kitab suci yang dipahami secara tekstual di dalam masyarakat. Pemahaman secara kontekstual pasal-pasal kitab suci yang cenderung memo­jokkan perempuan perlu ditafsirkan ulang ses­uai dengan konteks masyarakat modern yang menjunjung tiggi prinsip-prinsip kesetaraan, kesamaan, dan keadilan. Sepanjang hal ini belum dilakukan amat sulit membersihkan mi­tos-mitos negatif terhadap perempuan.


Persoalan ini menjadi sangat fundamen­tal karena tersurat di dalam Kitab Suci yang harus diyakini oleh pemeluknya. Beberapa mi­tos yang dapat dinilai destruktif tetap lestari hingga sekarang karena dianggap sebagai bagian dari doktrin agama. Problem teologis seperti ini menjadi hambatan terberat kaum feminis. Carmody mengungkapkan, sejumlah mitos tidak dapat ditolak karena sudah men­jadi bagian dari kepercayaan berbagai agama, misalnya tidak bisa menolak mitos di seki­tar Mary (Maryam) tanpa melepaskan keper­cayaan, karena dalam kepercayaan Kristen, cerita tentang Jesus dan Mary dianggap seba­gai non-mythological aspects.

Di dalam al-Qur'an, tidak dijumpai suatu ayat secara eksplisit menyebutkan cerita ten­tang asal-usul dan motif penciptaan perem­puan sebagai pelengkap laki-laki. Hanya ada sejumlah kisah Israiliyat sering muncul seba­gai penafsir terhadap ayat-ayat tertentu. Na­mun menurut Muhammad Rashid dalam Tafsir Al-Manar, Ridla mengesankan bahwa tradisi pemahaman yang mempersepsikan Hawa dari tulang rusuk kiri Adam, bukan bersumber dari Al-Qur'an tetapi pengaruh ajaran Kitab Suci sebelumnya, "Seandainya tidak tercantum ki­sah kejadian Adam dan Hawa dalam Kitab Taurat niscaya pendapat yang keliru tidak per­nah terlintas dalam benak seorang muslim".

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya