Berita

Foto/Net

Bisnis

Ditjen Pajak Bisa Ngintip Rekening Nasabah Asing

Mulai September
KAMIS, 30 AGUSTUS 2018 | 10:38 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan mulai bulan depan bisa mengintip rekening nasabah asing untuk kepentingan perpa­jakan. Hal itu merupakan imple­mentasi dari kesepakatan keterbukaan informasi perpajakan atau Automatic Exchange of Information (AEoI).

"Pertukaran informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan telah berlaku sejak April 2018 tapi itu untuk nasa­bah domestik. Sedangkan nasa­bah asing pada bulan Septem­ber," ungkap Direktur Penyulu­han Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2 Humas) Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama di Jakarta, kemarin.

Hestu memastikan pihaknya sudah siap dari semua aspek mengimplementasikan pertu­karan informasi. Baik dari ke­siapan aparatur maupun regu­lasinya. Menurutnya, dari sisi Informasi Teknologi (IT), Ditjen Pajak sudah dinilai oleh Organi­sation for Economic Co-opera­tion and Development (OECD) dan telah mendapatkan rating yang bagus.


"IT-nya sudah. Dari banyak aspek sudab global forum, untuk AEoIrating kita sudah comply," ujarnya.

Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Infor­masi Ditjen Pajak Iwan Dju­niardi mengatakan, sudah ada peningkatkan fasilitas ITdan digital untuk menunjang target penerimaan pajak.

Untuk kesiapan program AEoI, Iwan memastikan dari sisi infrastruktur sudah siap untuk diimplementasikan. Apalagi, tingkat kapasitasnya pun akan ditingkatkan dari 600 terabyte menjadi 1,2 petabyte.

"AEoIini sudah siap data-datanya. Cuma karena masih pertama kali masih banyak ke­salahan data yang masuk tapi sekarang kita lagi bersihkan kok. Dan udah siap diimplementasikan bulan September," katanya.

Sebelumnya, Dirjen Pajak Robert Pakpahan menyebut­kan ada sekitar 4 ribu lembaga keuangan yang siap bertukar in­formasi perpajakan. Dari jumlah tersebut, tercatat sekitar 3.700 di antaranya telah memenuhi pelaporan. Dari perkembangan terakhir, tercatat ada 146 negara yang berkomitmen dalam pro­gram AEoIdi seluruh dunia. Se­mentara, 49 negara di antaranya telah melaksanakan pertukaran informasi untuk kepentingan perpajakan sejak 2017. Semen­tara 53 negara lainnya, termasuk Indonesia, baru akan menjalankan AEoIpada September men­datang. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya