Rizal Ramli (tengah)/RMOL
Rizal Ramli (tengah)/RMOL
"Daya beli merosot, pengangguran masih banyak. Risiko ekonomi secara makro juga semakin tinggi akibat pengelolaan yang tidak prudent (hati-hati)," kata ekonom senior DR Rizal Ramli saat konferensi pers di Anomali Coffee Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (28/8).
Risiko ekonomi secara makro semakin tinggi, kata Rizal Ramli, seperti terlihat pada defisit per 1 Agustus 2018 dalam neraca perdagangan barang (trade balance) semester satu yang minus 1,05 miliar dolar AS, transaksi berjalan (current account) kuartal I minus 5,5 miliar dolar AS, neraca pembayaran (balance of payment) kuartal I minus 3,9 miliar dolar AS dan keseimbangan primer (primary balance) dalam proyeksi APBN 2018 minus 6,2 miliar dolar AS.
Populer
Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33
Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45
Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21
Senin, 16 Februari 2026 | 12:00
Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20
Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12
Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04
UPDATE
Senin, 23 Februari 2026 | 06:07
Senin, 23 Februari 2026 | 05:39
Senin, 23 Februari 2026 | 05:28
Senin, 23 Februari 2026 | 05:13
Senin, 23 Februari 2026 | 04:26
Senin, 23 Februari 2026 | 04:10
Senin, 23 Februari 2026 | 04:05
Senin, 23 Februari 2026 | 03:31
Senin, 23 Februari 2026 | 03:27
Senin, 23 Februari 2026 | 03:00