Berita

Hasto Kristiyanto/Net

Wawancara

WAWANCARA

Hasto Kristiyanto: Erick Tohir Masuk Nominasi Ketua Tim Kampanye Nasional, Deddy Mizwar Jubir

RABU, 29 AGUSTUS 2018 | 10:43 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kalah di Pilkada Jawa Barat, Deddy Mizwar alias Demiz didapuk Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf men­jadi salah satu juru bicara (jubir). Lantas apa pertimbangan TKN ketika memilih Demiz, sapaan akrab Dedi Mizwar? Berikut pe­nuturan Sekertaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto.

Benarkah Deddy Mizwar menjadi salah satu juru bicara pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin?
Hasil koordinasi dengan Pak Presiden, memutuskan Pak Deddy Mizwar sebagai salah satu juru bicara di dalam Tim Kampanye Nasional pasangan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf. Hal ini merupakan penggalangan dan juga upaya meningkatkan efektivitas tim kampanye.

Apa yang diminati dari Demiz?

Apa yang diminati dari Demiz?
Pak Deddy Mizwar pengala­mannya luas dan komunikasi politiknya sangat baik. Pun lan­dasan kebudayaan yang menjadi concern dari Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf itu nanti aksentu­asinya akan disampaikan dengan sangat baik oleh Pak Deddy Mizwar.

Jadi pertimbangannya han­ya itu?
Salah satunya soal aspek ke­budayaan. Kemudian tokoh dari Jawa Barat bersama-sama Pak Ridwan Kamil. Artinya ke­pentingan pilpres itu jauh lebih mencerminkan kesatupaduan dari seluruh elemen masyarakat. Nah, poin tersebut yang kami tunjukkan.

Tapi kan pada saat pilkada lalu Demiz telah menandatan­gani perjanjian untuk mendu­kung calon presiden dari Partai Demokrat, bagaimana itu?
Ya, sekiranya kami sudah melakukan komunikasi politik tidak hanya dengan Pak Deddy Mizwar. Namun seluruh sekjen partai juga sudah melakukan ko­munikasi politik dengan pimpi­nan partai tingkat bawah. Bahkan dengan Pak Ridwan Kamil kami juga melakukan komunikasi. Nah, hal ini yang menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berdedikasi bagi bangsa dan negara itu mendapatkan dukungan yang luas. Kalau nanti proses komunikasi dengan Pak Deddy kemudian Pak Deddy menya­takan kesiapannya, artinya ini merupakah hal yang positif un­tuk menyatukan seluruh elemen masyarakat, partai, para relawan, dan para tokoh.

Ketertarikan ini datang dari Demiz pribadi atau tim kampanye nasional?

Ya, ini komunikasi dua arah.

Jangan-jangan memilih Demiz untuk mengamankan suara Jawa Barat?
Tentu saja ada aspek strategis. Akan tetapi kami lihat suara Pak Jokowi di Jabar juga kuat. Sedangkan Kiai Ma'ruf memiliki akar yang sangat kuat.

Apalagi gabungan partai politik Koalisi Indonesia Kerja bersama relawan dan para tokoh. Kami pastikan gerakannya akan me­nampilkan pendekatan yang merakyat.

Kabarnya Najwa Shihab atau Erick Tohir menjadi kandidat paling kuat menjadi calon ketua tim kampanye nasional?

Ini aspirasi berdasarkan sur­vei. Jadi ini hal yang wajar di dalam demokrasi. Jadi di sinilah seninya karena ini hak prerogatif dari Pak Presiden Jokowi. Kami hanya menunggu arahan beliau dan kami akan menunjukkan kerja kami secara kolektif.

Sejauh ini Jokowi mengarahkan nama-nama yang pantas menjadi ketua tim kampanye nasional?
Kami juga melihat bagaimana antusias Pak Jokowi perihal ini. Hal ini kami berikan apresiasi terhadap kerja tim pemerintahan Pak Jokowi.

Kalau kriterianya bagaima­na?
Nanti Pak Presiden saja ya. Kami menunggu (arahan) Pak Presiden kok.

Kecenderungan ada pada pebisnis milenial, profesional, atau agamis?
Kami tunggu (arahaan) Pak Presiden. Terpenting kami bekerja semuanya.

Kalau posisi Agus Gumiwang apa sudah ada peng­gantinya?
Posisi Pak Agus Gumiwang sebagai komponen bendahara di­gantikan oleh Pak Yusuf Hamka. Pak Yusuf Hamka ini sangat dikenal dengan program makan untuk kaum dhuafa, nasi kuning untuk kaum dhuafa.

Beliau juga punya pengalaman yang luas dalam meningkatkan partisipasi masyarakat melalui gotong-royong. Dengan demikian beliau menggantikan posisi Pak Agus Gumiwang yang fokus pada tugas barunya. ***

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya