Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Strategi Unik, Demokrat Siap Menang Di Jabar

SELASA, 28 AGUSTUS 2018 | 04:12 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Di samping memasang strategi zonasi bagi para calon anggota legislatif (caleg) yang akan bertarung pada Pileg 2019, Partai Demokrat punya cara sendiri

Strategi itu yakni tandem antara caleg DPR RI, Provinsi, dan Kabupaten/Kota dalam meraih simpati masyarakat.

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Irfan Suryanegara menjelaskan, dengan sistem tandem tersebut, mereka akan berkolaborasi menjadi sebuah tim dan bekerja sama, khususnya dalam pendanaan kampanye.


Irfan menyebutkan, apabila setiap caleg di tingkat kabupaten/kota minimal harus mengeluarkan modal Rp450 juta, caleg DPRD provinsi Rp1,2 miliar dan DPR RI Rp4-6 miliar dengan asumsi Rp1,5 juta untuk setiap TPS jika tanpa menerapkan pola tandem.

"Lewat konsep tandem, biaya yang dikeluarkan setiap caleg bisa ditekan. Untuk (caleg) tingkat kabupaten/kota bisa Rp120 juta dan DPR RI bisa ditekan sampai Rp1,5 miliar. Jadi ini urunan atau biayanya gotong royong," ujar irfan usai memberikan pengarahan pada pembekalan bagi Calon Legislatif (Caleg) yang akan bertarung pada Pileg 2019 mendatang, di Harris Hotel Kota Bandung, Senin (27/8).

Dengan menggunakan strategi zonasi dan tandem tersebut kata Irfan, Partai Demokrat menargetkan 25 sampai 30 kursi di DPRD Jabar sekaligus menjadikan Pileg 2019 sebagai momentum kebangkitan Partai Demokrat yang sempat terpuruk akibat kasus korupsi yang mendera sejumlah kadernya.

Bahkan kata dia, target ketua DPRD Jabar pun akan menjadi tugas utama dalam memenangkan kontestasi Pileg 2019 tersebut.

"Partai kita sempat terus diberitakan sebagai partai dengan kasus korupsi terbanyak. Padahal, waktu itu di peringkat kelima. Tapi tahun depan harus jadi momen kebangkitan dan menang, khususnya di Jabar, termasuk merebut kursi ketua DPRD Jabar," tutupnya. [jto]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya