Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Bos PLN Bakal Tersangka, KPK: Yang Pasti Perannya Jadi Perhatian Penyidik

SELASA, 28 AGUSTUS 2018 | 01:02 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi terus mendalami keterlibatan Direktur Utama PLN, Sofyan Basir dalam kasus rasuah proyek PLTU Riau-1.

"Yang pasti bagaimana peran yang bersangkutan sebagai Dirut PLN jadi salah satu perhatian bagi penyidik di sini. Karena PLN sebagai entitas yang tidak mungkin dipisahkan dari kerja sama proyek PLTU Riau-1 ini," kata Jurubicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin (27/8).

Informasi yang diperoleh dari sumber memberikan sinyal Sofyan basir bakal ikuti jejak mantan Menteri Sosial Idrus Marham sebagai tersangka.


Kemudian, proses gelar perkara menguatkan alat bukti yang akan menjerat mantan Dirut BRI itu telah dilakukan pekan ini.

Sejumlah alat bukti dugaan keterlibatan Sofyan Basir telah dikantongi penyidik KPK. Di antaranya rekaman percakapan hasil dari telepon gengam Sofyan dan CCTV. Kabarnya, ada beberapa percakapan yang diduga terkait prosesi proyek tersebut.

Terbongkarnya kasus rasuah dalam proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1 menunjukkan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) masih belum bersih dari praktik korupsi.

Kasus suap proyek PLN di PLTU-1 berawal dari akibat operasi tangkap tangan KPK kepada Wakil Ketua Komisi Energi DPR RI, Eni Saragih dengan pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo.

Eni dan Kotjo sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, dan menyeret nama Mensos Idrus Marham serta Dirut PLN Sofyan Basir. [jto]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya