Pratama Iqbal Chandra/Net
Atlet pencak silat Indonesia, Pratama Iqbal Chandra lolos ke semifinal Asian Games 2018 usai menang atas pesilat Malaysia, Shukor Muhammad Zarish Hakim di perempat final kelas D 60-65 kg putra.
Iqbal mengalahkan Shukor denÂgan skor 5-0 setelah melewati laga lima ronde di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, kemarin.
Sejak babak pertama dimulai di perempat final, Iqbal terus memberikan tekanan kepada lawannya dan membuahkan hasil poin dari lima wasit juri cukup memuaskan dibandingÂkan Zarish Hakim, yakni 14-6, 17-6, 12-3, 11-3, dan 8-3.
Di babak pertama Iqbal semÂpat melakukan pelanggaran, seÂhingga mengalami pengurangan satu poin dari wasit juri.
Pada babak kedua pertarungan diantara kedua atlet itu berlangÂsung sengit dan alot. Keduanya, berusaha melancarkan serangan kepada lawannya. Bahkan, atlet Malaysia itu berusaha bangkit dari keterpurukan di babak pertama. Di babak kedua ini, poin yang diperoleh Iqbal tak terlalu jauh dibandingkan Zarish Hakim, yakni 12-11, 20-14, 13- 11, 12-7, dan 16-7.
Tak mau tertinggal, Zarish Hakim terus melakukan seranÂgan-serangan kepada Iqbal di babak ketiga. Iqbal pun terlihat kewalahan menghadapi seranÂgan yang dilancarkan
Zarish Hakim. Hasilnya, dia memperoleh poin lebih tinggi dibandingkan Iqbal, yakni 11-6, 17-13, 10-7, 9-10, dan 8-7.
Namun, bila ditotalkan poin yang diterima Iqbal lebih tinggi dibandingkan Zarish Hakim, yakni 32-28, 50-37, 32-24, 33- 19 dan 31-18. Sehingga skor antara pesilat Indonesia dan Malaysia adalah 5-0. Iqbal kemÂbali meraih kemenangannya.
Dengan hasil ini, Iqbal Candra Pratama lolos ke semifinal pertandingan pencak silat dan akan melawan pesilat Uzbekistan, Abdumalik Salimov.
Sementara itu tututan soal honor kembali terjadi. Setelah Gulat, cabang olahraga wushu juga meminta hal yang sama.
Meski pertandingan wushu Asian Games XVIII/2018 di Hall B Senayan sudah berakhir, Kamis (23/8) tapi masih meninÂggalkan persoalan.
Honor wasit NTO dan Panitia Pelaksana pertandingan belum dibayar. Wasit wushu nasional Haryanto mengungkapkan, diÂrinya bersama rekan-rekannya belum menerima honor sampai, kemarin. "Saya sudah mau kemÂbali ke Surabaya tapi sampai saat ini belum menerima bayaran," ujar wasit asal Jawa Timur ini.
Haryanto menyerahkan sepenuhnya kepada PB WI untuk menindak lanjuti hal tersebut. "Saya 10 hari meninggalkan keluarga dan pekerjaan demi tugas di Asian Games tapi sampai saat ini belum jelas pembayaran honor," beber Haryanto.
Senada dengan Haryanto, Manajer Technology cabang Wushu Cipto mengatakan, banyak persoalan yang terjadi mulai dari urusan makan,vendor, pengadaan barang dan look of the game.
Soal honor wasit dan paniÂtia belum dibayar, Deputi 1 INASGOC, Hary Warganegara membenarkan adanya keterÂlambatan pembayaran. "Bidang finance INASGOC sudah memÂproses pembayaran tapi kami memprioritaskan ITO (wasit asing). Pembayaran dilakukan sehari sebelum kepulangan," ujarnya.
Sistem pembayan sehari sebeÂlum kepulangan wasit tersebut, kata Hary Warganegara, karena INASGOC tidak mau mengamÂbil resiko. ***