Berita

Sofyan Basir/Net

Politik

Idrus Marham Tersangka, Dirut PLN Juga Dong!

JUMAT, 24 AGUSTUS 2018 | 18:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) diminta untuk menetapkan Direktur Utama PLN Sofyan Basyir sebagai tersangka dalam kasus suap pembangunan PLTU Riau-1.

"KPK harus segera tetapkan Sofyan Basyir tersangka. Ayo, jangan takut!" ujar Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono dalam pesan yang dipancarluaskannya petang ini (Jumat, 24/8).

Arief membandingkan nasib Sofyan Basir dengan Idrus Marham yang baru saja mundur sebagai menteri sosial karena sudah ditetapkan menjadi tersangka. Sofyan dan Idrus bukan hanya sekali diperiksa penyidik KPK. Bahkan rumah dan kantor Sofyan di gedung PLN sudah digeledah.


"Sudah sepantasnya KPK juga menetapkan Sofyan Basyir sebagai tersangka. Wong Idrus Marham saja yang rumah dinasnya jadi tempat transaksi dan pengerebekan OTT oleh KPK sudah jadi tersangka, masa Sofyan Basyir masih dibiarkan saja," kata Arief.

Munculnya nama Sofyan Basyir di kasus korupsi proyek PLTU Riau-1 bukan sembarangan. Alasan KPK menggeledah rumah dan ruang kantor Sofyan Basyir pasti muncul dari pengakuan Eni Saragih yang anggota Komisi Energi, pengusaha Johannes Kotjo dan Idrus Marham yang sama-sama sudah berstatus tersangka.

Siapa yang mengerjakan proyek PLTU Riau-1, sebut Arief, ditentukan oleh PLN sebagai user anggaran. Kongkalikong Eni Saragih dengan Johannes Kotjo tentu tidak akan berjalan mulus jika tidak melibatkan pejabat di PLN. Pasti tidak lepas dari deal-deal fee yang harus dibagikan pada oknum pejabat di PLN dan Dirut PLN.

"Idrus Marham tersangka, Sofyan Basyir harus tersangka juga dong. Aneh kalau tidak ada pejabat PLN yang tidak dijadikan tersangka oleh KPK. Selain Sofyan Basir, KPK juga harus mendalami keterlibatan Direksi PLN lainnya," pungkas Arief. [nes]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya