Timnas rowing Indonesia berpotensi mengukir prestasi setelah mereka menempatkan wakilnya di dua nomor pada cabang ini.
Wakil Indonesia berhasil masuk final untuk nomor kelas ringan putra dan kelas ringan delapan putra Asian Games 2018. Tim kelas ringan putra diisi Kakan Kusmana, Edwin Ginanjar, Sulpianto, dan Memo.
Mereka berhasil mencatatkan waktu 6 menit 25,96 detik. Tim Indonesia unggul 4,9 detik dari wakil Uzbekistan dalam pertandÂingan di Jakabaring Sport City, Palembang, kemarin.
Catatan waktu ini merupaÂkan yang tercepat dari enam negara yang mengikuti nomor ini. Berturut-turut di belakang Indonesia ada, Uzbekistan, Korea Selatan, Thailand, Kazakhstan, dan Sri Lanka.
Romdhon/Mahendra menemÂpati peringkat ketiga tercepat dengan catatan waktu 7 menit 27,55 detik. Pasangan Indonesia kalah cepat dari atlet rowing Iran, Reza/Ammir Hossein (7 menit 21 detik) dan peringkat pertama, Rohit/Bhagwan dari India yang mencatatkan waktu 7 menit 14 detik.
Prestasi Kakan Kusmana dan kawan-kawan berhasil diiÂkuti Romdhon Mardiana dan Mahendra Yanto. Mereka juga sukses masuk final pada nomor kelas ringan dayung ganda putra.
Masuknya atlet rowing Kakan cs dan Romdhon cs ke final memÂbuat Indonesia akan bermain di empat nomor pada final Asian Games 2018. Pertandingan final bakal digelar, hari ini.
Sebelumnya, Indonesia juga masuk final untuk nomor ganda putra dan nomor ringan empat putra. Di nomor ganda putra, Indonesia akan diwakili Rendi Anugrah/Mochamad Lakiki.Sementara, di nomor ringan empat putra, Indonesia mengirim Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram, dan Ardi Isadi.
Sementara itu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Dirjen Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) M.R Karliansyah memastikan kualitas udara rata-rata harian di Jakarta tidak dalam kondisi buruk, sebagaimana dilaporkan kantor berita Aljazeera, Kamis (16/8).
Sebelumnya, media yang berbasis di Doha, Qatar itu merilis berita dengan judul
'Air pollution welcomes athletes in Jakarta for Asian Games'. Di media itu disebutkan polusi udara di Jakarta lebih buruk dari ibu kota
Tiongkok yakni Beijing, denÂgan kadar polusi mencapai 154 mikrogram per meter kubik.
Data pencemaran udara terseÂbut bertolak belakang dengan yang dirilis KLHK per (18/8) hingga jam 15.00 WIB.
Alat pemantau kualitas udara yang dipasang di Jalan Gerbang Pemuda Gelora Bung Karno (GBK) menunjukkan angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) atau Air Pollution Indeks (API) 84.
Sementara PM 2.5 di GBK menunjukkan angka 16 atau jauh di bawah rata-rata harian standar WHO, yaitu 25.
"Justru itu yang kita bingung. Di GBK kan ada satu alat itu (detektor pencemaran udara, red). Kita juga pakai yang di Dubes Amerika, nilai rata-rata hariannya hampir sama dengan GBK yaitu 19," kata Karliansyah. ***