Berita

Anwar Abbas/Net

Wawancara

WAWANCARA

Anwar Abbas: Penggantian Kiai Ma'ruf Soal Waktu Saja, MUI Indepenen, Tak Terlibat Politik Praktis

KAMIS, 23 AGUSTUS 2018 | 08:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pasca 'dipinang' Jokowi menjadi bakal cawapres, KH Ma'ruf Amin langsung dide­sak mundur tak hanya dari kursi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), tapi juga dari kursi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Kabarnya proses pencoretan nama Kiai Ma'ruf dari posisi Ketua MUI sedang diproses. Benarkah kabar itu? Berikut penuturan Sekretasi Jenderal MUI Pusat, Anwar Abbas kepada Rakyat Merdeka:

Bagaimana proses penggantian Kiai Ma'ruf dari kursi ketua umum di internal MUI. Apakah sudah mulai diba­has?
Belum dibahas soal posisi Ketua Umum MUI.

Kapan akan dibahas?

Kapan akan dibahas?
Kita masih menunggu teman-teman pengurus MUI yang sedang melaksanakan ibadah haji. Kita menunggu mereka pulang haji. Soalnya ada enam atau tujuh pengurus MUI yang sedang haji, termasuk Pak Kiai Ma'ruf.

Proses pengambilan keputu­sannya nanti apakah akan ada rapat luar biasa?
Oh tidak, MUI tidak perlu rapat luar biasa. Jadi, ini hanya persoalan waktu saja.

Oh ya bagaimana MUI melihat situasi politik saat ini?
Iya, tahun 2018 dan 2019 ini merupakan tahun politik, karena para calon anggota DPR dan DPRD serta calon presiden dan wakil presiden dalam waktu-waktu tersebut akan berusaha untuk merebut suara dan me­menangkan pemilihan. Hal itu merupakan suatu hal yang wajar dalam kehidupan sebuah negara demokrasi.

Tapi yang memprihatinkan kita ada oknum-oknum ter­tentu dari para pelaku politik dan para pendukungnya yang melontarkan kata-kata yang panas yang sangat mengganggu dan merusak.

Seperti apa kata-kata panas yang terlontar dari politikus itu?
Seperti ajakan untuk melawan dan melibas musuh-musuh dan lawan-lawan politik mereka. Bahkan sampai ada kata-kata ajakan untuk tidak takut berkela­hi. Hal ini jelas-jelas sangat kita sesalkan karena sangat meng­ganggu dan merisaukan kita.

Hal itu jelas-jelas sangat ber­potensi mengganggu stabilitas kehidupan berbangsa dan berne­gara di negeri ini. Karena ajakan ini tidak mustahil oleh pihak di sebelah juga direspons dengan hal yang sama sehingga akhirnya negeri ini bisa-bisa terseret kerusuhan dan huru-hara yang sulit untuk dikendalikan.

Apa imbauan MUI?
MUI mengimbau para pihak yang terlibat dalam kegiatan dan proses politik ini agar menjaga stabilitas, sopan santun dan tutur katanya dalam menyampaikan sikap dan pandangannya, karena kalau tidak maka cost-nya terlalu besar, karena hal ini bisa meru­sak dan mengoyak persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa. MUI juga mengimbau agar menghindarkan klaim-klaim sepihak karena hal itu akan me­nambah runyam situasi.

Ada lagi?
MUI juga mengimbau semua pihak agar berlaku dewasa dan menghormati nilai-nilai agama dan budaya bangsa kita yang menjunjung tinggi kebersamaan dan persaudaraan serta kesatuan dan persatuan. Janganlah sampai karena ingin memperjuangkan kepentingan politik dari kelom­pok dan golongannya, persatuan dan kesatuan bangsa kita dikor­bankan hingga akhirnya rusak dan terkoyak.

Kiai Ma'ruf saat ini menjadi cawapres, apakah MUI siap bersikap netral dalam Pemilu 2019?
MUI harus independen dan tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Oleh karena itu, MUI sebagai sebuah organisasi tidak boleh terlibat dalam praktek dukung mendukung calon.

Soal lain. Mengenai kera­jaan ubur-ubur bagaimana?

Karena masalahnya terjadi di Kota Serang, Banten dan belum melebar ke kabupaten kota serta provinsi lain, maka urusannya diserahkan kepada MUI Kota Serang.

Tapi apakah masuk kategori sesat?
MUI pusat minta mereka (MUI Kota Serang) untuk me­nilai apakah ada dari paham dan ajarannya yang melanggar ke­tentuan agama. Untuk itu, MUI pusat meminta supaya dalam menilai, mereka berpedoman kepada 10 kriteria sesat yang dikeluarkan MUI pusat 10 tahun yang lalu.

Kalau terbukti sesat, apa yang akan dilakukan MUI?
Ya kalau ada yang sesat dan menyimpang supaya diimbau dan diajak untuk kembali ke aja­ran yang benar. Dan MUI pusat juga mengimbau MUI Kota Serang untuk dapat membina mereka dengan baik. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya