. Dua bencana melanda wilayah Indonesia akhir-akhir ini. Pertama, gempa Lombok NTB menyisakan duka segenap elemen bangsa.
Lalu kedua, bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
Kedua bencana ini, pemerintah dinilai sebagian pihak kurang maksimal dalam penangannya, hingga sejumlah desakan muncul untuk menggugah empati pemerintah.
"Selamat pagi, Pak Presiden. Apa kabar Lombok dan Kalimantan?" papar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachland Nashidik dalam twit-nya di akun
@RachlanNashidik, Kamis (23/8).
"Selamat pagi, Pak Presiden. Apa kabar Lombok dan Kalimantan?" papar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachland Nashidik dalam twit-nya di akun
@RachlanNashidik, Kamis (23/8).
Kebakaran hutan dan lahan belum hilang di Indonesia pada saat musim kemarau tahun ini, seperti di wilayah Kalimantan Barat.
Sejak sebulan terakhir, sebanyak empat warga Kalbar meninggal. Serta kondisi udara di ambang batas kewajaran.
Kemudian gempa seakan tak mau berhenti, tercatat sudah terjadi 1.005 gempa susulan terjadi sejak pertama gempa akhir Juli 2018 melanda wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Gempa di Lombok mengakibatkan korban tewas mencapai ratusan orang. Jumlah bangunan rumah rusak lebih dari seribu unit. Gempa susulan diprediksi masih akan terjadi.
[jto]