Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Shohibul: Demi Elektabilitas, Jokowi Enggan Tetapkan Bencana Nasional Bagi Gempa Lombok

SELASA, 21 AGUSTUS 2018 | 08:58 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Pemerintah khawatirkan popularitas dan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) dapat terpengaruh, jika tetapkan gempa Lombok jadi bencana nasional.

Demikian disampaikan pengamat sosial, Shohibul Ansor Siregar, seperti dilansir Kantor Berita RMOLSumut, Selasa (21/8).

"Saya kira ini terkait dengan perhatian pemerintah yang sedapat mungkin membuat kesan apa pun yang dapat merugikan popularitas dan elektabilitas Joko Widodo yang akan maju dalam Pilpres 2019," sergahnya.


Shohibul juga berpendapat bahwa Jokowi diduga masih percaya dengan bahasa alam, khususnya dengan ada tandanya bencana.

"Jangan lupa, penduduk Indonesia, khususnya dari Jawa, mayoritas masih percaya bahasa alam erat kaitannya dengan politik," tukasnya.

Dampak gempa Lombok dan sekitarnya sejak gempa pertama 6,4 SR pada 29/7/2018 yang kemudian disusul gempa 7 SR (5/8), 6,5 SR (19/8) dan 6,9 SR (19/8) menyebabkan 506 orang meninggal dunia, 431.416 orang mengungsi, 74.361 unit rumah rusak dan kerusakan lainnya. Diperkirakan kerusakan dan kerugian mencapai Rp 7,7 triliun. [jto]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya