Berita

Dunia

Ribuan Pasukan AS Tidak Akan Hengkang Dari Irak

SENIN, 20 AGUSTUS 2018 | 11:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pasukan Amerika Serikat akan tetap berada di Irak selama dibutuhkan untuk membantu menstabilkan wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok militan ISIS.

Begitu penegasan yang dibuat oleh jurubicara koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat yang memerangi militan akhir pekan kemarin.

"Kami akan mempertahankan pasukan di sana selama kami pikir mereka dibutuhkan. Alasan utamanya, setelah ISIS dikalahkan secara militer, ada upaya stabilisasi dan kami masih perlu berada di sana untuk itu. Jadi itu satu alasannya kami akan mempertahankan kehadirannya,” kata Kolonel Sean Ryan pada konferensi pers di Abu Dhabi (Minggu, 19/8) seperti dimuat Reuters.


Namun demikian, dia mengatakan bahwa jumlah tentara Amerika bisa turun, tergantung kapan pasukan lain dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara menyebar untuk membantu melatih tentara Irak.

Saat ini ada sekitar 5.200 pasukan Amerika Serikat yang berbasis di Irak. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya