Berita

Foto: Net

Dunia

Kamboja Bongkar Pelacuran Warga Cina

RABU, 15 AGUSTUS 2018 | 10:01 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Praktek prostitusi melibatkan warga negara Cina dibongkar aparat keamanan Kamboja.

Mengutip laman Reuters, 50 wanita asal Cina ditahan otoritas keamanan kamboja. Mereka diamankan di wilayah Provinsi Sihanoukville. Dan merupakan pembongkaran jaringan pelacuran di Propinsi itu.

Temuan ini merupakan dampak kebijakan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Ia dikenal sebagai sekutu dekat Beijing.


Hun Sen  berhasil menarik investasi Cina di Sihanoukville yang merupakan kota pantai 225 kilometer barat Phnom Penh.

Propinsi ini mengalami ledakan pembangunan dalam beberapa tahun belakangan didukung aliran uang Cina.

Tapi, arus pekerja dan uang Cina itu juga menimbulkan kebencian warga setempat . Pihak berwenang mengatakan investasi yang tinggi berdampak kepada kenaikan angka kejahatan di kota pelabuhan semula sepi tersebut.

Gubernur Provinsi Sihanoukville Yun Min menyatakan modal Cina di provinsi itu melampaui 1 miliar dolar (sekitar 15 triliun rupiah) tapi uang itu datang beriringan dengan layanan gelap seks, yang disediakan oleh dan untuk warga Cina di daerah tersebut.

"Ketika banyak dari mereka datang, banyak juga tuntutan untuk layanan itu. Itu melanggar hukum di negara kami. Jadi, kami harus menghentikan dan menumpasnya. Penumpasan itu akan berlanjut tanpa batas waktu," kata Yun Min. [jto]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Pasar Jaya Minta Maaf soal Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Minggu, 29 Maret 2026 | 00:01

BRIN Gandeng UAG University Kolaborasi Perkuat Talenta Peneliti Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:40

Masyarakat Apresiasi Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:30

Menata Ulang Skema Konsesi Bandara

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:00

Tak Bisa Asal Gugat, Sengketa Partai Harus Selesai di Internal Dulu

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:41

Peradilan Militer Punya Legitimasi dan Tak Bisa Dipisahkan dari Sistem

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:21

Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan Ratusan Ribu Paket Sembako

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:05

Juara Hafalan Al-Quran di Lybia, Pratu Nawawi Terima Kenaikan Pangkat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:41

Rudal Israel Hantam Mobil Pers, Fatima Ftouni Jurnalis Al Mayadeen Gugur

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:37

DPR Optimistis Diplomasi Pemerintah Amankan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:17

Selengkapnya