Berita

Hidayat Nur Wahid/Net

Wawancara

WAWANCARA

Hidayat Nur Wahid: Saya Yakin Pak Prabowo Legowo, Kursi Wagub DKI Akan Dikasih PKS

SELASA, 14 AGUSTUS 2018 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Wakil Ketua MPR ini yakin sekali bos Partai Gerindra Prabowo Subianto akan memberikan kursi yang ditinggalkan Sandi ke PKS. Keyakinan itu tumbuh lantaran Prabowo tidak menjalankan keputusan ijtima ulama yang merekomendasi­kan Ketua Dewan Syuro PKS, Salim Segaf Al-Jufri sebagai bakal cawapres. Prabowo malah memilih Sandiaga Uno sebagai pendampingnya. Praktis kursi DKI 2 yang kosong ditinggalkan Sandi menjadi objek tukar gul­ing. Berikut penuturan Hidayat Nur Wahid.

Posisi wagub DKI saat ini lowong. Posisi itu kira-kira nanti akan diisi oleh kader PKS atau Gerindra?
Itu posisi wagub saat ini kan sehubungan dengan duet Anies- Sandi di Pilkada DKI, di mana mereka diusung oleh PKS dan Gerindra. Nah, sekarang kan Pak Prabowo tidak menerima resolusi dari para ulama, di mana Pak Salim Segaf seharusnya dijadikan calon wakil presiden. Tapi kan seperti kita ketahui cawapresnnya itu Pak Sandi. Oleh karena itu saya yakin Gerindra dan Pak Prabowo akan legowo, untuk memberikan kursi wagub DKI kepada PKS.

Memang hal itu sudah diba­has dengan Gerindra, sehingga yang mengisi pasti dari PKS?

Memang hal itu sudah diba­has dengan Gerindra, sehingga yang mengisi pasti dari PKS?
Belum. Nanti kan bakal kami bahas bersama-sama dulu. Kalau pasti sebetulnya saya tidak bisa memastikan. Tapi kemungkinan besar dari PKS. Alasannya karena itu tadi.

PKS sudah mengajukan calon untuk posisi tersebut?

Tunggu dululah. Pak Sandi juga kan baru mundur beberapa hari ini.

Kabarnya PKS mendorong Mardani Ali Sera untuk jadi wagub DKI?
Belum tahu juga, karena kan belum ada pembicaraan. Namanya juga Pak Sandi baru saja mundur. Nanti pasti akan dibahas bersama-sama. Tapi memang Pak Mardani jadi salah satu kandidatnya.

Kapan pembahasannya di­lakukan?
Belum tahu dong, namanya juga baru kan. Tapi pasti nanti akan dibahas kok, tunggu saja.

PKS kan gagal dapat kursi cawapres nih. Kira-kira hal ini bakal mempengaruhi elekta­bilitas partai enggak?

Kami sama sekali tidak kha­watir soal elektabilitas, kar­ena kami sangat terbiasa den­gan kedewasaan pemilih PKS. Mereka tidak akan memilih berdasarkan sekadar figurnya. Ok, kami tidak punya kader di capres-cawapres. Apakah kemu­dian pemilih kami tidak memilih caleg dari PKS? Tidak dong. Pastilah mereka akan melihat kualitas figur, itu yang jadi basis PKS selama ini.

Tapi kan pasti ada pengar­uhnya karena mendukung salah satu poros?
Sebetulnya, soal dinamika dan memutuskan siapa capres cawapres, saya yakin faktornya bukan hanya mendapatkan efek. Banyak faktor, misalnya soal Presidential Threshold 20 persen, kecocokan kedua pihak. Kemudian, bahkan soliditas koalisi masing-masing. Kalau itu jadi satu dominan, ya berarti hanya PDIP dan Gerindra yang diuntungkan. Tapi saya yakin tidak seperti itu.

Saya yakin penduduk Indonesia sudah terbiasa dengan memilih pada waktu bersa­maan. Banyak kasus, misalnya anggota DPR milih partai A, DPRD partai B, ini nanti bisa terjadi. Presiden milih partai A, kemudian anggota DPRD atau DPR milih partai B. Calon yang ada itu tidak merepresentasikan mayoritas partai pendukung.

PKS optimis enggak dengan elektabilitas Sandi?

Kami optimis. Hal itu kan sudah terbukti saat Pilkada DKI. Pak Sandi saat itu di­anggap memiliki elektabilitas yang rendah jika dibandingkan dengan pesaingnya. Tapi kan kenyataannya tidak. Buktinya dia bisa menang di kontestasi Pilkada DKI.

Jadi kami optimistis bangsa Indonesia punya kedewasaan untuk memilih. Mereka sudah terbiasa memilih dan mem­bedakan. Mereka membawa kecerdasan. Kecerdasan itu bisa dibandingkan antara yang satu dengan yang lain. Bukan karena partainya atau figurnya bagaimana, tapi bagaimana kienrjanya. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya