Berita

Nusantara

Ajudan Bupati Bengkulu Tengah Diduga Ancam Wartawan

KAMIS, 09 AGUSTUS 2018 | 16:17 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Tindak kekerasan verbal terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini menimpa wartawan harian Rakyat Benteng bernama Leonardo Ferdian.

Dan diduga pelaku tindakan kekerasan verbal itu adalah ajudan Bupati Bengkulu Tengah (Benteng).

Melansir Kantor Berita RMOLBengkulu, Kamis (9/8) kejadian ini berawal saat acara peninjauan progres pembangunan markas Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) di Desa Karang Tengah, Kecamatan Taba Penanjung  oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman bersama Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan dan rombongan dihadiri oleh rombongan bupati dan jajarannya.

Sebagai wartawan, menurut isi laporan tersebut, dia melakukan peliputan seperti biasa bersama rekan-rekan wartawan dari media lainnya.
Sebagai wartawan, menurut isi laporan tersebut, dia melakukan peliputan seperti biasa bersama rekan-rekan wartawan dari media lainnya.

Ketika mengambil foto menggunakan kamera handphone, tiba-tiba oknum ajudan merasa ikut terfoto.

"Ngapo kau ngambik foto ambo, ambo lah sabar nian, kau ko belum tau ambo, ambo tembak kaki kau kelak," kata RI seperti tertera dilaporan tersebut.

Plt Ketua PWI Provinsi Bengkulu, Sahyarudin mengatakan, pihaknya sudah mengambil sikap dan menunggu itikat baik 2x24 jam dari RI untuk minta maaf.

"Kami bersikap mengecam tindakan oknum ajudan yang melakukan pengancaman terhadap wartawan yang sedang melakukan tugasnya tersebut," kata Sahyarudin kepada wartawan.

Kenapa, lanjut Sahyar, Leonardo Ferdian sedang melaksanakan tugas negara. Dalam melaksanakan tugas dilindungi oleh Undang-undang Pers Nomor 40.

"Kalau ada oknum-oknum yang melakukan pengancaman akan kita lawan. Karena jangan sampai terjadi ditempat-tempat lain, dikabupaten lain di Provinsi Bengkulu kalau ini tidak kita sikapi, dan juga pembelajaran bagi oknum-oknum tertentu itu bagaimana tugas dan fungsi wartawan, jadi tidak bisa semaunya melakukan tindakan yang melanggar aturan," terangnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Ranny Arafiq Datangi Polda Bukan sebagai Anggota DPR

Minggu, 29 Maret 2026 | 20:11

Yusril Dapat Teror Usai Badko HMI Sumut Diskusi Kasus Penyiraman Air Keras

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:28

Bagi SBY, Juwono Sudarsono Sosok di Balik Modernisasi Pertahanan RI

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:13

Duh, 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:37

Bapera Klarifikasi Dugaan Pengeroyokan di Area Polda Metro Jaya

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:06

Juwono Sudarsono Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:46

Anomali Lelang KPK: HP Oppo Rp59 Juta Tak Dilunasi Pemenang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:26

Prabowo Bakal Bahas Isu Strategis dalam Lawatan ke Jepang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:22

Stabilitas Pasokan dan Harga BBM Selama Mudik Dipuji Warganet

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:03

Gus Salam Serukan Hentikan Perang Iran-AS Demi Kemanusiaan

Minggu, 29 Maret 2026 | 16:39

Selengkapnya