Berita

Foto/Net

Nusantara

Importasi Bahan Baku Infrastruktur Bikin Ekonomi Indonesia Terus Merosot

SENIN, 06 AGUSTUS 2018 | 15:15 WIB | LAPORAN:

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melihat gencarnya pembangunan infrastruktur bukan serta merta menumbuhkan perekonomian.

Hal itu justru membuat ekonomi merosot karena tidak mempertimbangkan rencana yang matang terkait besarnya jumlah proyek berbanding lurus dengan besarnya kebutuhan impor terhadap bahan baku dalam proyek.

Politisi muda PKS Yoandro Edwar mengatakan, hal tersebut berimbas pada merosotnya nilai tukar rupiah, ekspor sulit tumbuh, dan proyek menjadi mangkrak


"Karena proyek banyak bekerja sama dengan swasta bahkan asing yang awalnya penugasan kepada BUMN, karena ekonomi tidak juga tumbuh. Bukan mustahil proyek tersebut kepemilikannya akan berpindah tangan," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/8).

Juru bicara PKS Muda Bidang Industri dan Lingkungan itu menjelaskan, pemerintah harus kembali fokus memperkuat ekspor dengan meningkatkan nilai tambah pada material proyek-proyek infrastrukur. Di mana, prioritas anggaran difokuskan untuk menumbuhkan ekspor Indonesia, bukan dengan perbanyak proyek fisik yang bukan prioritas di tengah ekonomi global yang terus bergejolak.

"Ekspor yang tadinya hanya bahan mentah difokuskan untuk difasilitasi untuk bisa produksi sendiri di Indonesia menjadi barang jadi yang siap ekspor. Garam, gula dan komoditas lainnya yang masih kita impor seharusnya bisa diupayakan pemerintah untuk menahan impor dan produksi sendiri. Akibat impor komoditas ini, pemerintah selalu kesulitan menahan gempuran kenaikan harga komoditas seperti gula, daging, cabai dan lainnya," papar Yoandro.

Dia menambahkan, soal anggaran 2019 yang difokuskan untuk memfasilitasi kesejahteraan rakyat, seharusnya dipertimbangkan ulang. Kondisi ekonomi nasional yang belum tumbuh dengan baik seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah untuk mengalokasikan ke tempat yang secara signifikan menumbuhkan ekonomi.

"Bukan memakai kosmetik sebagai pencitraan agar tampak cantik padahal bangsa kita terancam," pungkas Yoandro. [wah]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya