Berita

Nusantara

Inilah Titik Gempa Lombok Versi PVMBG

SENIN, 06 AGUSTUS 2018 | 14:01 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Gempa 7 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) kemarin (Minggu, 5/8) menewaskan 91 orang dan banyak bangunan rusak akibat gempa tersebut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengaku kirimkan tim dengan latar belakang ahli di bidang gempa bumi dan gerakan tanah ke Lombok sejak gempa pada 29 Juli lalu.

"Tim itu bertugas melakukan penelitian di sana, khususnya selama masa tanggap darurat," kata Kepala PVMBG, Kasbani seperti dilansir RMOLJabar, Senin (6/8).


Saat ini, PVMBG masih menunggu laporan terkini dari tim yang dikirim ke sana. Sambil menunggu hasilnya, PVMBG mengimbau masyarakat untuk menerapkan kewaspadaan.

"Tentunya kami dari tim Badan Geologi, hasilnya tentu menunggu (dari anggota tim). Masyarakat diharapkan tetap tenang, mengikuti arahan dari pemda di sana dan juga mengikuti informasi terkait kegempaan di situ (dari pihak terkait)," jelasnya.

Ia mengatakan, gempa di NTB terjadi dua kali, yaitu pada 29 Juli dan 5 Agustus. Pada 29 Juli, kekuatan gempa adalah 6,4 SR. Tapi, gempa 5 Agustus kemarin kekuatannya 7 SR.

"Gempa ini terjadi karena aktivitas sesar naik di belakang busur Flores yang disebut dengan Flores Back Arc Thrust. Ini sesar naik yang berada di busur vulkanik antara Nusa Tenggara dan Lombok," ucapnya.

Kasbani mengatakan, kawasan Lombok dan sekitarnya tersusun dari batuan vulkanik dan banyak terdapat sesar. Jika terjadi gempa, sesar-sesar itu akan teraktifkan sehingga menimbulkan gerakan berujung rekahan sesar. Dampaknya, banyak bangunan yang akan terdampak, mulai dari retak hingga roboh.

"Daerah lombok dan sekitarnya, terutama daerah utara, itu mempunyai kerentanan menengah. Dia ada potensi untuk terjadi goncangan di situ sekitar 7-8 skala MMI, artinya ini bangunan-bangunan yang kualitas tidak bagus akan roboh," tuturnya.

Kasbani sendiri sudah memantau secara langsung ke lokasi setelah gempa pada 29 Juli lalu. Hasilnya, terlihat bangunan di sana banyak yang tidak memenuhi standar. Sehingga ketika terjadi gempa besar, banyak yang retak dan roboh.

"Sebagian besar iya (tidak memenuhi standar). Saya sendiri berada di sana pada saat itu, kami melakukan pemantauan, bangunan-bangunan di situ tidak memenuhi standar teknis yang ada," tandasnya.

Hal itu tentu jadi cermin bagi pemda dan masyarakat setempat. Sehingga, ke depan bangunan- bangunan yang ada harus sesuai standar. Tujuannya agar bangunan tidak mudah terdampak saat terjadi gempa bumi.  [jto]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Ranny Arafiq Datangi Polda Bukan sebagai Anggota DPR

Minggu, 29 Maret 2026 | 20:11

Yusril Dapat Teror Usai Badko HMI Sumut Diskusi Kasus Penyiraman Air Keras

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:28

Bagi SBY, Juwono Sudarsono Sosok di Balik Modernisasi Pertahanan RI

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:13

Duh, 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:37

Bapera Klarifikasi Dugaan Pengeroyokan di Area Polda Metro Jaya

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:06

Juwono Sudarsono Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:46

Anomali Lelang KPK: HP Oppo Rp59 Juta Tak Dilunasi Pemenang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:26

Prabowo Bakal Bahas Isu Strategis dalam Lawatan ke Jepang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:22

Stabilitas Pasokan dan Harga BBM Selama Mudik Dipuji Warganet

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:03

Gus Salam Serukan Hentikan Perang Iran-AS Demi Kemanusiaan

Minggu, 29 Maret 2026 | 16:39

Selengkapnya