Berita

Marsudi Syuhud/Net

Wawancara

WAWANCARA

Marsudi Syuhud: NU Bukan Organisasi Kelembagaan, Semua Warga NU Punya Hak Politik Yang Sama Dengan Lainnya

SENIN, 06 AGUSTUS 2018 | 09:45 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sabtu (4/7), para kiai pendu­kung bakal cawapres Cak Imin pendamping Jokowi menyam­bangi kantor PBNU. Maksud kedatangan mereka adalah untuk bersilaturahmi dan memberikan mandat kepada Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj agar Cak Imin bisa menjadi pen­damping Jokowi pada Pemilu 2019. Para pengurus PBNU pun sempat mengadakan rapat tertutup dengan mereka.

Lantas apa saja isi pembicaraannya? Apakah ini artinya PBNU lebih memilih untuk mendukung Cak Imin dari pada Mahfud MD? Dan apakah ini bisa dikatakan sebagai desakan dari ulama kepada Jokowi?Berikut penuturan lengkap Ketua PBNU Marsudi Syuhud.

Apa saja isi pembicaraan tersebut?

Intinya tadi kami terima usu­lan dari para kiai, para pemangku pesantren dari seluruh Indonesia. Beliau-beliau ini menyampai­kan aspirasi yang berkembang di masyarakat di bawah, yaitu mengusulkan salah satu kader NU terbaik, yaitu Muhaimin Iskandar atau Cak Imin un­tuk menjadi pendamping Pak Jokowi di Pemilu 2019.

Intinya tadi kami terima usu­lan dari para kiai, para pemangku pesantren dari seluruh Indonesia. Beliau-beliau ini menyampai­kan aspirasi yang berkembang di masyarakat di bawah, yaitu mengusulkan salah satu kader NU terbaik, yaitu Muhaimin Iskandar atau Cak Imin un­tuk menjadi pendamping Pak Jokowi di Pemilu 2019.

Jadi tadi itu ada Gus Salim Masyhuri, ada Gus Anwar Iskandar, ada guru Jazuli, ada kiai Subhan, ada kiai dari NTT, dari Kalimantan Selatan, dari semualah. Intinya itu saja. Dan terhadap itu Pak Said Aqil men­erima usulan dari mereka untuk insyaallah pada forum yang tepat akan disampaikan ke Pak Jokowi.

Kalau sampai kiai turun gunung bermanuver untuk mendukung Cak Imin seperti ini apakah lantaran ada indikasi awal Jokowi enggak mengambil Cak Imin sebagai bakal cawapres?
Soal apakah Jokowi mau apa enggak, saya enggak tahu. Jangan tanya sayalah, tanyanya ke sana. Kalau tadi kami kan sifatnya hanya menerima, dan beliau-beliau hanya menyampai­kan satu nama. Namanya Bapak Muhaimin Iskandar.

Apakah ada opsi lain kalau akhirnya Jokowi menolak Cak Imin?

Tidak sampai ke situ kemarin pembahasannya. Kemarin itu hanya menyampaikan begitu, langsung diterima oleh Ketua Umum PBNU Pak Said Aqil.

Dalam pertemuan itu Cak Imin kok enggak dilibatkan?

Ya karena ini beliau kan yang datang ke sini. Jadi kami tidak mengundang, kami menerima. Jadi kami tidak mengundang, apalagi mengundang Cak Imin ya. Ini adalah penyampaian as­pirasinya beliau-beliau para kiai, dan pengurus pesantren yang tersebar seantero Indonesia.

Dari PBNU katanya mengusulkan empat nama ke Jokowi sebagai bakal cawapres, siapa saja itu?

Lah PBNU kan sifatnya ini tadi hanya mendengarkan as­pirasi dari kiai-kiai. Kami tadi sifatnya hanya menerima kiai-kiai yang minta untuk diterus­kan aspirasinya ini, kepada Pak Jokowi.

Artinya enggak ada calon lain dari PBNU?

Jadi NU ini bukan organisasi kelembagaan. Orang-orang yang kebetulan adalah warga NU mempunyai hak politik yang sama dengan lainnya.

Manuver para kiai ini menu­rut Anda apakah bisa dikata­kan sebagai desakan kepada Jokowi?
Tergantung kepada perasaan­nya. Kalau perasaannya sampey­an begitu ya enggak tahu saya. Kalau tadi hanya masalah me­nyampaikan aspirasinya Bapak Muhaimin Iskandar saja.

Lalu bagaimana dengan nasib Mahfud MD yang juga digadang-gadang menjadi calon kuat bakal cawapres Jokowi?
Saya enggak tahu soal itu. Pokoknya tadi hanya menyam­paikan aspirasi soal Muhaimin Iskandar saja.

Seandainya Mahfud MD nanti diajukan oleh ulama lain bagaimana?
Ya tanyakan saja sama yang merekomendasikan. Karena tadi bunyinya kami hanya menerima, jadi itu saja

Kok sepertinya PBNU hanya merestui Cak Imin saja seba­gai cawapres, lantas apakah Mahfud MD tidak direstui?

Jadi sifatnya kami hanya menerima apa yang disampaikan oleh para kiai-kiai, itu saja. ***

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Telkom Cegah Kerusakan Terumbu Karang Lewat Program ‘Bisa Biru’

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05

Cak Imin dan Parpol Sahabat Ikut Merumput di Turnamen Minisoccer Harlah PKB

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38

Kebutuhan Dana B50 Capai Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Kas Aman

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36

Baliho Ulang Tahun Jokowi Disoal, Pengamat Minta PPID Buka Dokumen Perizinan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23

Kejagung Teken Tiga Sprindik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16

Zulhas Ungkap Dua Fungsi Utama Kopdes Merah Putih, Tegaskan Bukan Supermarket

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08

IHSG Sore Ini Menguat ke 6.041, Rupiah Ditutup Rp18.068 per Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00

Menpar Jamin Setiap Rupiah Anggaran Negara Dikelola Akuntabel

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51

Sentuhan Teknologi Digital Mudahkan Masyarakat Ikuti Gerakan Sedekah Subuh

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48

Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47

Selengkapnya