Berita

Foto/Net

Bisnis

BI Tetap Kudu Antisipasi Kenaikan Fed Fund Rate

Aliran Modal Masuk Juli Capai Rp 3,9 Triliun
SENIN, 06 AGUSTUS 2018 | 09:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bank Indonesia mencatat kenaikan arus masuk modal asing (capital inflow). Meski begitu, Bank Sentral tetap perlu mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (Fed Fund Rate/FFR), yang bakal mengerek yield surat utang dalam negeri.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut, dalam waktu dua hari (30-31 Juli), aliran modal masuk pada akhir Juli 2018 lalu telah men­capai Rp 3,9 triliun, terutama yang masuk ke pasar keuangan di Indonesia melalui surat ber­harga negara (SBN) terus naik. Sehingga jika ditotal hingga 2 Agustus 2018, capital inflow mencapai Rp 844,99 triliun.

"Kepercayaan pasar dan investor terhadap Indonesia masih sangat tinggi. Ini ter­cermin dari sejumlah indikator baik di pasar saham maupun SBN. Lelang terakhir dari Kementerian Keuangan, SBN kan over supply 4 kali lipat lebih. Ini yang menyebabkan inflow ke SBN cukup kuat," ucapnya di Jakarta, akhir pekan kemarin.


Di pasar saham, investor as­ing tercatat net buy senilai Rp 1,39 triliun sepanjang 1 Juli-3 Agustus 2018. Pada periode yang sama, net buy investor as­ing di pasar SBN mencapai Rp 14,82 triliun sepanjang periode 1 Juli-2 Agustus 2018.

Untuk itu ia menegaskan, Bank Sentral bersama pemer­intah akan terus mendorong ekspor dan mengurangi impor.

Pengamat ekonomi dari Cen­ter of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal berpendapat, masuknya dana asing lewat SBN me­mang patut diapresiasi. Namun katanya, kenaikan FFR dan pelemahan nilai tukar mata uang Garuda ke depan, masih memberi kekhawatiran bagi dunia usaha.

"Pelemahan bisa mempen­garuhi posisi utang Indonesia yang diprediksi bisa mem­bengkak, terutama utang luar negeri dan SBN dalam bentuk valas," tuturnya kepada Rakyat Merdeka.

Seperti diketahui, salah satu penyebab pelemahan nilai tukar rupiah karena naiknya FFR. Kenaikan FFR juga men­dorong kenaikan yield (imbal hasil) SBN.

"Untuk SBN dalam bentuk valas, bukan hanya rupiah tetapi juga dari yield-nya sendiri itu terdorong untuk meningkat, gara-gara suku bunga acuan Amerika naik. Dan itu juga mendorong yield bond-nya Amerika juga naik. Biasanya negara-negara emerging market mengimbanginya dengan me­naikkan yield," ujarnya.

Chief Economist PT Bank Permata (PermataBank) Josua Pardede meyakini, The Fed masih akan menaikkan suku bunga 25- 50 bps lagi hingga akhir tahun. Bersamaan dengan itu, ruang bagi kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) juga diprediksi masih terbuka 25 bps.

"Selain merespons kenaikan suku bunga The Fed, BI perlu menaikkan suku bunga untuk mempertahankan capital in­flow, dan menutupi defisit tran­saksi berjalan yang berpotensi melebar hingga akhir tahun," katanya.

Selain itu, imbuhnya, rupiah juga akan dipengaruhi sentimen global lainnya.

"Tapi proyeksinya memang tidak akan sefluktuatif tahun ini, sebab pasar tampaknya sudah cukup priced-in den­gan ekspektasi kenaikan suku bunga," jelas dia.

Selain itu, pasar AS tampak­nya juga akan mulai mengalami risiko defisit kembar, yaitu defisit neraca transaksi ber­jalan dan defisit fiskal. Hal ini berpotensi memperburuk pasar keuangan Negeri Paman Sam tersebut. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya