Berita

Politik

Banser Akan Hadang Aksi #2019GantiPresiden

KAMIS, 02 AGUSTUS 2018 | 10:40 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Aksi #2019GantiPresiden digelar di wilayah Jawa Barat tampaknya akan menuai perlawanan. Pasalnya Satuan Koordinator Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Barat berujar akan menghalau aksi yang dilarang lewat fatwa MUI ini.

Komandan Satkorwil Banser Jabar, Yudi Nurcahyadi, mengatakan tak hanya imbauan MUI Jabar yang jadi landasan, juga  MUI mengeluarkan fatwa tentang bentuk NKRI dan dasar negara Pancasila.

"Stabilitas keamanan di Jawa Barat yang utama. Banser siap jadi garda terdepan mengawal kondusifitas tersebut," kata dia seperti dilansir RMOLJabar, Kamis (2/8).


Yudi menegaskan segala kegiatan yang mengarah terhadap tindakan inkonstitusional tidak bisa dibenarkan karena dasar negara Indonesia menjunjung tinggi falsafah Pancasila.

"Nah aksi #2019GantiPresiden itu lebih dominan pada upaya provokasi terhadap masyarakat, yang arahnya menuju aksi inkontitusional seperti yang terjadi di negara lain menjelang Pemilu," jelas Yudi.

Oleh karena itu, lanjut Yudi, Banser Jabar siap mengawal amanat MUI perihal keprihatinannya atas aksi #2019GantiPresiden yang telah terjadi Batam, tempo lalu. Kemudian rencana aksi serupa yang akan digelar di Jabar.

Yudi menegaskan, pengawalan amanat itu dilakukan demi kemaslahatan masyarakat Jabar.

"Kami akan kawal amanat MUI tersebut. Segala bentuk aksi yang akan memicu konflik sosial, akan kami halau. Apalagi jika digeser ke Jawa Barat," tegas Yudi.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat sebelumnya telah mengeluarkan peringatan terkait aksi tersebut telah terbukti memicu konflik horizontal seperti di Batam pada Minggu (29/7) lalu.[jto]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Ranny Arafiq Datangi Polda Bukan sebagai Anggota DPR

Minggu, 29 Maret 2026 | 20:11

Yusril Dapat Teror Usai Badko HMI Sumut Diskusi Kasus Penyiraman Air Keras

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:28

Bagi SBY, Juwono Sudarsono Sosok di Balik Modernisasi Pertahanan RI

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:13

Duh, 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:37

Bapera Klarifikasi Dugaan Pengeroyokan di Area Polda Metro Jaya

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:06

Juwono Sudarsono Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:46

Anomali Lelang KPK: HP Oppo Rp59 Juta Tak Dilunasi Pemenang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:26

Prabowo Bakal Bahas Isu Strategis dalam Lawatan ke Jepang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:22

Stabilitas Pasokan dan Harga BBM Selama Mudik Dipuji Warganet

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:03

Gus Salam Serukan Hentikan Perang Iran-AS Demi Kemanusiaan

Minggu, 29 Maret 2026 | 16:39

Selengkapnya