Berita

Syahrul Mubarok/Net

Wawancara

WAWANCARA

Syahrul Mubarok: Tugas Terdekat Kami Menjaga Asian Games, Kami Berada Di Layer Terakhir

SENIN, 30 JULI 2018 | 09:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jelang pelaksanaa even-even nasional seperti Asian Games, IMF World Bank Annual Meeting dan Pemilu 2019, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terus meningkatkan kewaspadaannya mengantisi­pasi ancaman serangan siber nasional.

BSSN nantinya akan bekerja bersama-sama dengan lembaga-lembaga pengelola siber di beberapa kementerian dan lem­baga negara lainnya, misalnya di Kementerian Pertahanan BSSN menggandeng unit cyber de­fense, unit cyber crime di Polri, Badan Intelijen Negara ada cy­ber intelligent, di Kementerian Luar Negeri ada cyber diplo­macy, Kementerian Komunikasi dan Informatika ada cyber information, cyber economy di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan lem­baga-lembaga lainnya. Tugas-tugas itu tentunya diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 133 Tahun 2017 Tentang pembentu­kan BSSN. Berikut penuturan Sekretaris Utama (sestama) BSSN, Syahrul Mubarok:

Apa saja tugas besar BSSN dalam waktu dekat ini?

Memang tugas yang sudah di depan mata dan memang tugas yang paling penting adalah menghadapi pilkada yang su­dah lewat beberapa pekan lalu, Alhamdulillah berjalan lancar tidak hal yang berartilah dari sisi gangguan keamanan siber. Termasuk nanti Pilpres 2019, terus Asian Games yang sebentar lagi kita selenggarakan dan IMF World Bank di Bali.

Memang tugas yang sudah di depan mata dan memang tugas yang paling penting adalah menghadapi pilkada yang su­dah lewat beberapa pekan lalu, Alhamdulillah berjalan lancar tidak hal yang berartilah dari sisi gangguan keamanan siber. Termasuk nanti Pilpres 2019, terus Asian Games yang sebentar lagi kita selenggarakan dan IMF World Bank di Bali.

Langkah apa saja yang di­lakukan BSSN dalam men­gantisipasi gangguan siber pada gelaran acara-acara tersebut?
Kami sesuai dengan fungsi BSSN antara lain melakukan identifikasi terhadap keren­tanan, tentunya di bidang siber termasuk di even-even yang tadi kita lakukan dengan beker­jasama dengan unit siber yang ada di kementerian/lembaga. Tentunya dari hasil indentifikasi dan deteksi dini yang dilakukan BSSN, kita lakukan hardening di deputi proteksi.

Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu yang berarti. Namun kalau terjadi sesuatu yang meng­ganggu, mungkin tidak ada, tetapi kita punya satu deputi penanggulangan dan pemulihan. Jadi semua unsur dari proses-prosesnya keamanan siber itu sudah siap.

Berarti nanti BSSN akan bekerjasama dengan unit siber yang ada di kementerian dan lembaga?

Dari Perpres itu sendiri dika­takan, bahwa memanfaatkan, mengembangkan dan meng­konsolidasikan. Itu dasar hu­kum bagi BSSN untuk me­nyatukan sektor-sektor siber yang telah kami sebut itu untuk bekerja bersama-sama. Tidak ada keamanan siber itu bekerja sama. Konsepnya secara operasional itu kan kita punya namanya nanti National Cyber Security Operation Center. Di mana national cyber security operation center di sektor-sektor tadi itu harus sudah ada, sudah kuat. Nanti secara nasional BSSN yang akan berada di layer terakhir sebagai yang akan mem­perkuatnya.

Anda mengatakan Asian Games menjadi even terdekat yang akan diawasi BSSN da­lam sektor keamanan sibernya. Sebenarnya apa saja ancaman pada Asian Games?
Kalau yang nyata adalah un­tuk di Asian Games kalau kita belajar dari even internasional sudah dijalankan dengan sistem elektronik, ticketing dan se­bagainya. BSSN bekerjasama dengan Inasgoc, waktu itu sem­pat rapat dengan pengarah dari Asian Games bapak Wapres dan sudah ditentukan langkah-langkah dan peran BSSN dalam menjaga keamanan di Asian Games, terutama keamanan di sektor siber.

Kalau keamanan selain di even seperti apa?
Di semua sektor ya. Karena kan BSSN harus menjaga keamanan siber di pemerintah, ekonomi digital dan juga publik.

Untuk roadmap BSSN sendiri nantinya seperti apa?
Untuk road map, ada beberapa hal yang sedang kita siapkan. Antara lain strategi keamanan siber nasional. Ini sedang kita godok, karena banyak masukan-masu­kan yang semuanya sangat ber­manfaat yang nantinya kita buat strategi yang mampu mengatasi permasalahan-permasalahan di keamanan siber. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya