Berita

Foto: RMOL

Politik

Rapat Akbar Bersatu 98 Radikal Akan Soroti Krisis Ketahanan Nasional

MINGGU, 29 JULI 2018 | 09:50 WIB | LAPORAN:

Kelompok aktivis 98 yang tergabung dalam 98 Radikal, berencana mengadakan Rapat Akbar Bersatu pada 7-8 Agustus 2018.

Rapat Akbar Bersatu digelar sebagai keprihatian atas kondisi Indonesia yang akhir-akhir ini mengalami krisis ketahanan nasional sehingga berpengaruh terhadap sistem kebangsaan dan bernegara.

Salah seorang aktivis 98, Edysah Girsang mengatakan, beberapa UU yang dibuat semasa rezim Jokowi semakin jauh dari cita-cita nasional yang dituliskan dalam pembukaan UUD 1945. Tak hanya itu UU tersebut juga justru membuat lemah aspek ideologi, politik ekonomi, budaya dan hukum serta pertahanan keamanan.


"Proses tersebut sudah menghantarkan kita pada krisis kewibawaan lembaga negara yang menghancurkan sendi-sendi persatuan Indonesia,” ujar Girsang di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (28/7).

Menurut dia, produk UU tersebut hanya memunculkan problematika dan masalah yang baru dengan menciptakan suatu kelompok yang menjadi pembela. Kemudian memprosisikan setiap orang di negeri ini terpaksa untuk memilih mendukung atau menentang  kebijakan yang dibuat pemerintah.

"Tapi apa dengan alasan demi Indonesia namun keadaan sosial Indonesia tidak berubah jadi lebih baik, malah kita mengalami kemunduran sebagai bangsa," kritik Girsang.

Ia menyampaikan, dalam Rapat Akbar Bersatu nanti, seluruh perwakilan aktivis 98 yang hadir akan mengaspirasikan keinginan mereka.[wid]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya